BLORA, Beritajateng.id – Hasil produksi sumur rakyat di Desa Ngiyono, Kecamatan Japah, berupa minyak mentah mulai disetorkan ke Pertamina. Pengiriman perdana sebanyak 10.000 liter dilakukan pada Minggu, 14 Juni 2026.
Ketua Paguyuban Penambang Minyak Sumur Masyarakat Megenan Ngiyono, Susilo, mengatakan pengiriman menggunakan dua armada truk tangki milik koperasi Blora Migas Energi (BME) dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter.
Susilo menjelaskan minyak mentah tersebut dikirim ke Pertamina untuk mendukung pasokan energi nasional. Ia mengungkap terdapat 87 titik sumur rakyat di Desa Ngiyono. Sebanyak 21 titik diantaranya masih aktif, sementara 15 titik di antaranya berproduksi secara lancar.
“Rata-rata kedalaman sumur, mencapai 150 hingga 160 meter dengan produksi minyak sekitar 4.000 sampai 5.000 liter per hari,” ujar Susilo.
Ia menuturkan keberadaan sumur rakyat ini membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat. Pasalnya, satu titik sumur akan melibatkan banyak warga dari operator sumur hingga tenaga supir.
“Tercatat sebanyak 30 tenaga rengkek bekerja secara bergilir dengan kebutuhan harian sekitar 10 hingga 12 orang. Selain itu terdapat 30 operator sumur, empat petugas penjaga pangkalan, dan empat tenaga loading,” ujarnya.
Ketua BUMDes Sumber Rejeki Desa Ngiyono, Sutrisno, mengatakan pengelolaan sumur rakyat memberikan manfaat ekonomi bagi desa melalui skema bagi hasil yang telah disepakati.
Ia mengungkap BUMDes memperoleh bagian sebesar 15 persen dari penghasilan bersih yang diterima paguyuban setelah dikurangi biaya operasional, pajak, dan kewajiban lainnya.
“BUMDes menerima 15 persen dari penghasilan yang diterima paguyuban setelah dipotong biaya operasional, pajak, dan biaya lainnya,” ujarnya.
Keberadaan sumur rakyat yang kini memiliki kepastian regulasi itu, kata dia, membuat masyarakat merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas produksi minyak.
“Selama kurang lebih dua tahun terakhir, masyarakat kecil merasa lebih tenang dan nyaman karena kegiatan sumur rakyat memiliki dasar aturan yang jelas,” katanya.
Sebelumnya, Koperasi BME mulai mengirimkan minyak mentah hasil sumur rakyat ke Pertamina sebagai upaya mendukung peningkatan lifting minyak nasional sekaligus memperkuat sektor energi daerah.
Ketua Koperasi BME Blora, Sutrisno, mengatakan seluruh minyak mentah yang dikirim harus melalui proses pengujian kualitas oleh Pertamina sebelum diterima.
“Salah satu syarat utama yang harus dipenuhi, kata dia, yakni kandungan air maksimal 0,5 persen sesuai ketentuan dalam perjanjian kerja sama,” ujarnya.
Saat ini terdapat sekitar 1.600 titik sumur rakyat yang berada dalam pembinaan BME. Ribuan titik itu tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Blora.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















