BLORA, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora bersama Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) dan Rencana Kerja tentang Sinergi Penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi, Selasa, 26 Mei 2026.
Sebelumnya, kerjasama ini telah dijalankan oleh Pemkab Blora dan UIN Pekalongan pada 2021 dalam program bertajuk satu desa dua sarjana. Kerjasama ini pun diperkuat kembali pada tahun ini hingga 2030.
Bupati Arief Rohman menilai kerjasama ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi pembangunan daerah, melalui sektor pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya percepatan pembangunan daerah, tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Ia menuturkan pola kolaborasi pentahelix atau kerjasama yang melibatkan berbagai elemen, termasuk perguruan tinggi sebagai pilar penting pembangunan juga diperlukan.
“Kita ingin terus berkomitmen bagaimana percepatan pembangunan di beberapa sektor ini akan kita lakukan. Tapi kami menyadari betul bahwa membangun daerah tidak bisa dilakukan sendiri,” ujarnya.
Hingga saat ini, kata dia, Pemkab Blora telah menjalin kerjasama dengan 53 perguruan tinggi, baik dari perguruan tinggi negeri maupun swasta. Upaya itu dinilai sebagai perkuatan pembangunan daerah berbasis kolaborasi.
Bupati juga mengapresiasi komitmen UIN Pekalongan yang turut berperan dalam pembangunan Kabupaten Blora. Komitmen itu terwujud dalam perpanjangan kerjasama dalam program yang terukur dan berdampak kepada masyarakat.
Adapun kerjasama ini meliputi beberapa fokus utama. Diantaranya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penelitian dan pengembangan inovasi daerah, pengabdian kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), hingga penguatan kewirausahaan dan wadah kemahasiswaan.
“Hari ini kita perpanjang lagi MoU yang sudah kita lakukan. Berbagai aspek yang saya harap nanti bisa kita tuangkan dan implementasikan. Peningkatan SDM ini menurut saya menjadi kunci utama,” katanya.
Bupati Arief meminta seluruh perangkat daerah terkait agar segera melakukan koordinasi intensif dengan pihak UIN Pekalongan. Hal ini guna menyusun program kerja yang matang hingga tahun 2030.
“Saya instruksikan jangan biarkan dokumen ini tidur. Segera lakukan koordinasi, susun program kerja secara matang, lakukan monitoring dan evaluasi minimal satu tahun sekali agar target yang kita canangkan bisa tercapai optimal,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Zaenal Mustakim, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Blora atas keberlanjutan kerjasama yang telah terjalin sejak tahun 2021.
Zaenal mengungkap salah satu program awal yang telah dijalankan bersama adalah program “Satu Desa Dua Sarjana”. Ke depan pihaknya berharap kerja sama dapat semakin diperluas, melalui berbagai Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dalam berbagai bidang.
“Banyak sekali yang bisa kita kerjasamakan dan mudah-mudahan ke depan kita bisa terus menjalin sinergi ini dengan baik untuk kedua lembaga ini, Pemda Blora dan UIN Gus Dur bisa bersama-sama membangun masyarakat yang lebih baik dan lebih edukatif,” ujarnya.
Sebagai putra asli Blora, Zaenal mengaku memiliki panggilan moral untuk turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Blora.
“Blora yang dulu dikenal tertinggal, sekarang saya bangga menjadi orang Blora karena selama enam hingga tujuh tahun kepemimpinan Pak Bupati Arief Rohman mampu mengubah wajah Blora semakin baik dan maju,” ujarnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















