BLORA, Beritajateng.id – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PDAM Tirta Amerta Blora bakal mendapat suntikan dana untuk proyek pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan nilai mencapai Rp100 miliar.
Suntikan modal itu didapatkan melalui program Green Infrastructure Initiative (GII), yaitu kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jerman.
Direktur PDAM Tirta Amerta Blora, Yan Riya, mengatakan proyek air tersebut ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027. Tambahan kapasitas itu, diharapkan mampu memperluas layanan air bersih di sejumlah wilayah timur Blora.
“Program GII ini sangat membantu PDAM. Nanti ada tambahan proyek SPAM 100 liter per detik dari wilayah Cepu,” ujar Yan Riya, Sabtu, 28 Maret 2026.
Saat ini menurutnya instalasi air dari wilayah Cepu sudah memiliki kapasitas sekitar 100 liter per detik. Dengan tambahan proyek GII, kapasitas tersebut bakal bertambah dua kali lipat.
“Artinya, debit air yang bisa disalurkan ke masyarakat semakin besar,” ujarnya.
Tak hanya membangun instalasi pengolahan air, proyek air minum tersebut juga mencakup pembangunan jaringan pipa distribusi hingga sambungan rumah (SR) bagi pelanggan baru.
PDAM Blora pun telah mengusulkan sekitar 6.000 sambungan rumah dalam program tersebut. Sasarannya meliputi wilayah Cepu, Sambong, Jiken, Jepon hingga sebagian Kota Blora.
“Yang kita ajukan sekitar 6.000 sambungan rumah. Ini akan sangat membantu peningkatan cakupan layanan PDAM,” jelasnya.
Menurut Yan Riya, tambahan kapasitas 100 liter per detik itu otomatis akan mendongkrak kuantitas suplai air. Sementara dari sisi kualitas, desain instalasi yang digunakan juga akan lebih modern dibanding sistem sebelumnya.
“Secara kuantitas jelas menambah debit 100 liter per detik. Untuk kualitasnya juga ada perbedaan karena desain instalasinya nanti lebih baru,” terangnya.
Dengan suntikan anggaran mencapai Rp100 miliar, PDAM berharap perluasan jaringan air bersih bisa sekaligus menjadi solusi bagi sejumlah wilayah yang selama ini kerap mengalami krisis air saat terjadi musim kemarau.
“Harapannya program ini bisa berjalan lancar. Sehingga daerah yang selama ini kesulitan air bisa segera terlayani,” tambah Yan Riya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















