BLORA, Beritajateng.id – Salah satu dapur program makan bergizi gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Blora yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangjati 3 telah berhenti beroperasi sejak tiga pekan lalu.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangajati 3 berhenti operasional sejak tiga minggu lalu. Hal itu dikarenakan adanya pergantian yayasan, yang mengakibatkan dana bantuan pemerintah (Banper) dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum dicairkan.
Koordinator Kecamatan SPPG Blora Kota, Slamet Fajar Nugroho, mengatakan SPPG Karangjati 3 resmi beroperasi sejak Mei 2026. Namun, pada bulan Juli SPPG tersebut terpaksa berhenti karena dana bantuan pemerintah (Banper) belum cair.
“Menurut keterangan dari Kepala SPPG Karangjati 3 itu untuk dana Banper belum cair,” ujar Fajar, Selasa, 4 Agustus 2026.
Berdasarkan penyataan Korwil SPPG Blora, Fajar menuturkan Banper dari Badan Gizi Nasional (BGN) itu belum dicairkan karena adanya pergantian yayasan.
“Jadi tercatat dalam sistem BGN bahwa SPPG Karangjati 3 adalah dapur baru. Kemungkinan cair dana Banper juga sama dengan dapur baru lainnya,” ungkapnya.
Menurut Fajar, SPPG Karangjati 3 sudah tidak ada aktifitas sejak awal sekolah dimulai setelah libur kenaikan kelas. Sekitar 13 Juli lalu, sekolah penerima manfaat juga tidak menerima MBG.
“Sekolah penerima manfaat dari SPPG Karangjati 3 itu diantaranya SD Islam Baitunnur Blora dan SMPN 1 Blora,” katanya.
Sementara itu, Korwil SPPG Blora, Artika Diannita, mengungkapkan hanya SPPG Karangjati 3 yang mengalami pemberhentian dengan kasus tersebut. Ia memastikan seluruh SPPG di Blora masih tetap beroperasi.
“Satu (yang berhenti),” singkat Artika.
Salah satu wali murid SD Islam Baitunnur Blora Efendi mengaku anaknya belum menerima MBG dari sekolah sudah sejak awal masuk sekolah.
“Belum dapat sejak awal masuk sekolah, sudah tiga minggu ini tidak dapat. Dulu dapat dari SPPG Majapahit, sekarang digantikan sama SPPG Karangjati 3,” ucapnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















