DEMAK, Beritajateng.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat jumlah terduga Anak Tidak Sekolah (ATS) di Demak mencapai 9.389 anak.
Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Demak, Dwi Isnaini Saparyati mengatakan, angka tersebut masih dalam proses verifikasi karena data yang masuk perlu divalidasi kembali Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak.
“Data yang ada saat ini masih berupa terduga ATS, sehingga perlu diverifikasi ulang di tingkat desa agar diperoleh data yang benar-benar valid,” jelasnya.
Menanggapi data itu, ia mengatakan Pemkab Demak melakukan berbagai upaya agar anak bisa kembali ke sekolah seperti memberikan beasiswa ayo sekolah kembali untuk siswa PAUD hingga SMA sederajat. Selain itu, ada juga beasiswa Bantuan Siswa Miskin Daerah (Basimda) yang dikhususkan bagi masyarakat miskin.
Lebih lanjut, ia mengungkap Pemkab Demak telah membentuk tim pencegahan dan penanganan ATS serta menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) serta melakukan sosialisasi laman ATS ke tingkat desa.
“Kami mendorong pihak desa untuk membuat akun pada laman ATS, sehingga desa dapat melakukan verval data dan pendampingan terhadap warga usia sekolah yang tidak sekolah, lalu memilah ATS berdasarkan penyebab mereka tidak sekolah,” jelasnya.
Ia mengungkap Demak menjadi salah satu kabupaten/kota yang mendapatkan pendampingan dari Pemprov Jateng dalam menangani ATS tahun ini.
Pendampingan ini menyasar empat desa yakni Desa Bonangrejo (Bonang), Sriwulan (Sayung), Babat (Kebonagung), dan Kalitengah (Mranggen).
“Diharapkan dari 4 desa ke depan bisa berbagi praktik baik ke desa lain,” tutupnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















