KAB.SEMARANG, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Dinas Lingkungan Hidup angkat bicara mengenai dugaan pencemaran air di Sungai Bade, Kecamatan Bawen.
Sebelumnya, dugaan pencemaran di Sungai Bade yang melintas di wilayah Desa Lemahireng dan Kandangan muncul usai warga mengadu ke Komisi C DPRD Kabupaten Semarang.
Dari informasi tersebut, Komisi C DPRD Kabupaten Semarang melakukan audiensi dengan memanggil jajaran DLH Kabupaten Semarang. Dalam audiensi itu, DLH diminta mengusut adanya aduan itu.
Plt Kepala DLH Kabupaten Semarang, Moh Edy Sukarno mengungkap pihaknya telah menindaklanjuti dugaan pencemaran Sungai Bade yang disebut berdampak pada lahan pertanian dan perikanan warga.
“Sudah dibahas di audiensi kemarin bersama Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, warga Lemahireng dan Kandangan juga dihadirkan di audiensi itu, dan hasilnya langsung kami tindaklanjuti soal informasi dan keluhan dari warga di tersebut,” katanya, Minggu, 9 November 2025.
Edy juga mengungkap pihaknya langsung melakukan rapat internal untuk menyelesaikan aduan tersebut usai audiensi.
“Pertama kami akan melakukan pemetaan, di mana pemetaan ini kami lakukan untuk mencari tahu potensi pencemaran sungai itu sebenarnya dari mana saja, sehingga kami akan cari sumber aslinya pencemaran ini dari mana dan seperti apa,” ungkapnya.
Hal itu menurutnya penting dilakukan sebab pencemaran itu diduga berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Blondo.
“Apakah betul, informasi pencemaran Sungai Bade ini dari air lindi di TPA Blondo yang seperti dikeluhkan dan disampaikan warga di audiensi itu, atau justru dari sumber limbah yang lainnya dan bukan dari TPA Blondo. Sehingga perlu kami lakukan pemetaan ini,” tegasnya.
Langkah kedua, pihaknya akan melakukan kegiatan susur sungai bersama pihak-pihak terkait, termasuk masyarakat. Hal ini untuk mengetahui kualitas air di Sungai Bade.
“Susur sungai juga jadi kegiatan penting untuk dilakukan usai pemetaan, karena kita ingin tahu kualitas air di Sungai Bade ini sebetulnya seperti apa,” katanya.
Selain itu, Edy membantah informasi mengenai dugaan pencemaran di Sungai Bade itu berasal dari industri.
“Saya tidak mengatakan berasal dari industri atau dari mana saja, karena pemetaan masih kami lakukan, nanti dari pemetaan itu akan ketahuan potensi pencemarannya ini berasal dari sumber yang mana,” tegasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















