KENDAL, Beritajateng.id – Sebanyak 115 pelajar di Kabupaten Kendal berhasil masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tanpa proses seleksi. Menariknya ratusan pelajar itu berasal dari satu sekolah yakni MAN Kendal.
Selain itu, sebanyak 95 murid Ma’had Al-Aqwam di MAN Kendal telah khatam Al-Quran 25-30 juz.
Adapun lulusan terbaik 1 Ma’had, Lutfillah Dhafa Fadilla hafal 30 Juz dengan kurun waktu 1 tahun 4 bulan, lulusan terbaik 2, Aliyuddin Baldan hafal 30 Juz dengan kurun waktu 1 tahun 11 bulan, dan lulusan terbaik 3 Bellatrix Ayu Pratiwi hafal 30 Juz dengan kurun waktu 2 tahun.
Keberhasilan ini diapresiasi oleh Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kendal, Taufiqur Rahman saat menghadiri Purnawiyata MAN Kendal, Sabtu, 5 Mei 2026.
Taufiqur Rahman berharap, prestasi MAN Kendal saat ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Ia juga berpesan kepada para siswa yang baru saja diwisuda dapat beradaptasi dengan lingkungan yang baru.
“Tantangan kedepan tidak ringan, tapi saya percaya dengan bekal ilmu dan pendidikan karakter yang didapat dari MAN Kendal ini para siswa dapat beradaptasi,” ujarnya.
Ia menyebut banyaknya tahfidz Al-Quran yang telah dilahirkan MAN Kendal patut menjadi ikon atau percontohan bagi Madrasah Aliyah lainnya di Kabupaten Kendal. Para pelajar yang masuk PTN tanpa seleksi hingga mencapai ratusan pun merupakan prestasi yang patut dicontoh.
“Terus ditambah lagi ratusan anak masuk PTN tanpa seleksi. Angka ini spektakuler dan perlu kita apresiasi. MAN ini menjadi salah satu madrasah yang unggul di Kendal,” ungkapnya.
Kepala Sekolah MAN Kendal, Imam Mursid, mengatakan capaian prestasi dari peserta didiknya menjadi bagian dari upaya dalam menyeimbangkan pendidikan umum dan pendidikan keagamaan.
Ia menambahkan, tahun ini ada sebanyak 406 peserta yang lulus. Untuk mengembangkan prestasi, MAN Kendal juga membuka kelas khusus untuk studi lanjut ke Timur Tengah terutama ke Mesir.
“Kedepan anak-anak yang mau kuliah di Timur Tengah akan kita gembleng, terutama bahasa baik Inggris maupun Arab. Harapannya MAN Kendal bisa mendunia,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















