KENDAL, Beritajateng.id – Perbedaan penetapan Idul Fitri tahun ini sempat menimbulkan kebingungan di kalangan pedagang bunga di Pasar Kembang. Pasar dadakan (tiban) yang menjadi tradisi tahunan di Kecamatan Weleri biasanya mencapai puncak keramaian pada H-1 Lebaran.
Diketahui, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Sementara NU dan pemerintah menetapkan hari Lebaran Idul Fitri pada keesokan harinya Sabtu, 21 Maret 2026.
Salah satunya, pedagang asal Kecamatan Ringinarum, Rochyati. Ia mengaku sempat bingung saat mengambil barang dagangan untuk dijajakan di Pasar Kembang.
Menurutnya, adanya perbedaan penetapan Idul Fitri ini membuat arus pembeli tidak serentak seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Biasanya H-1 Lebaran sudah ramai sekali, tapi kemarin tanggal 19 Maret 2026 pembelinya masih sepi. Ada yang sudah beli duluan, ada juga yang masih menunggu kapan lebarannya,” ujarnya Jumat, 20 Maret 2026.
Meski sempat mengalami kebingungan, para pedagang tetap berupaya menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Mereka menambah stok lebih awal dan memperpanjang waktu berjualan untuk mengantisipasi perbedaan waktu kedatangan pembeli.
“Alhamdulillah hari ini masih ramai, masih banyak pembeli,” terangnya.
Ia mengatakan, berbagai jenis bunga hias dijual dengan harga rata-rata Rp25 ribu.
“Kita rangkaiakan, per paket Rp25 ribu, kalau sedap malam satu tangkai Rp25 ribu,” katanya.
Bunga sedap malam, krisan, pancawarna, dan mawar menurutnya menjadi jenis yang paling banyak diburu.
Indah, warga Weleri, mengungkap membeli bunga menjelang Lebaran sudah menjadi tradisi yang ia lakukan. Selain untuk hiasan, bunga yang ia beli memberikan suasana segar dan wangi untuk menyambut tamu.
“Yang paling suka itu bunga sedap malam karena wangi, kemudian ada mawar, krisan dan lainnya. Ya biar rumah jadi indah dan wangi saat Lebaran,” terangnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















