SEMARANG, Beritajateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Pendidikan menerapkan penggunaan komputer dalam pelaksanaan ujian di sekolah. Sistem ini diterapkan secara signifikan untuk menekan peluang kecurangan di kalangan siswa.
Kepala Disdik Kota Semarang, Muhammad Ahsan, memastikan pelaksanaan ujian berbasis komputer di sekolah berjalan lancar dan minim potensi pelanggaran, termasuk praktik menyontek.
“Kalau menyontek ya tidak boleh. Tapi dengan sistem komputer seperti ini kemungkinannya sangat kecil, karena soal yang dikerjakan masing-masing siswa berbeda,” ujarnya, Rabu, 8 April 2026.
Selain itu, pengawasan selama ujian juga dilakukan secara ketat. Tidak hanya melalui pengawas ruang, tetapi juga didukung teknologi pemantauan seperti CCTV yang memungkinkan pengawasan secara langsung.
“Pengawasan sekarang sudah lebih baik, lebih rapi, dan memanfaatkan teknologi. Ada juga pemantauan melalui CCTV,” jelasnya.
Ahsan menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan maupun menemukan adanya kasus pelanggaran selama pelaksanaan ujian berlangsung. Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan sistem yang diterapkan berjalan efektif.
“Sampai saat ini belum ada keluhan atau informasi terkait pelanggaran. Pelaksanaan berjalan lancar,” tegasnya.
Disdik Kota Semarang berharap pelaksanaan ujian berbasis komputer ini dapat terus berjalan optimal, sekaligus meningkatkan integritas serta kualitas evaluasi pendidikan di Kota Semarang.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















