KUDUS, Beritajateng.id – Sebanyak 15 Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Kabupaten Kudus mendapat bantuan masing-masing senilai Rp20 juta. Bantuan ini diberikan oleh Pemprov Jawa Tengah dan Pemkab Kudus sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pemberian bantuan ini dalam bentuk modal, peralatan, maupun akses usaha ini menyasar berbagai jenis usaha, mulai dari peternakan ayam, kambing, domba, dan sapi, jasa cuci kendaraan, hingga produksi minuman herbal. Program ini juga mencakup kelompok penyandang disabilitas sebagai penerima manfaat.
Bupati Sam’ani Intakoris mengingatkan agar bantuan yang diterima dimanfaatkan secara optimal sebagai langkah untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
“Manfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Harapan kami, panjenengan semua bisa naik kelas. Jangan selamanya menjadi penerima bantuan, tetapi suatu saat menjadi orang yang mampu memberi manfaat bagi orang lain. Milikilah jiwa yang inovatif dan terus maju sehingga menjadi pelaku UMKM yang mampu berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Bupati.
Selain bantuan usaha, Pemerintah Kabupaten Kudus juga terus memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM dalam pengurusan legalitas usaha, seperti Nomor PIRT, sertifikasi halal, BPOM, hingga berbagai perizinan lainnya agar produk semakin berdaya saing.
Bupati turut meminta para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk terus mengawal perkembangan setiap kelompok penerima manfaat agar usaha yang dijalankan berkembang sesuai harapan.
“Teman-teman pendamping PKH saya titip untuk terus mendampingi dan mengawal mereka agar benar-benar naik kelas dan menjadi masyarakat yang mandiri secara ekonomi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinsos P3AP2KB Kabupaten Kudus, Putut Winarno, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas usulan Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinsos P3AP2KB.
“Sebanyak 15 kelompok menerima bantuan, masing-masing sebesar Rp20 juta. Bantuan ini diperuntukkan bagi pengembangan usaha sesuai proposal yang diajukan, termasuk kelompok penyandang disabilitas,” jelas Putut.
Pihaknya berharap seluruh penerima memanfaatkan bantuan sesuai peruntukannya serta menyusun laporan pertanggungjawaban (LPJ) dengan baik.
“Kami berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan sebagaimana pengajuan yang telah disampaikan. LPJ harus disusun dengan benar, kemudian kelompok akan terus didampingi oleh pendamping PKH,” tambahnya.
Salah satu penerima bantuan, Ketua KUBE Wanita Sekar Melati Desa Mlati Lor, Nanik Hariyanti mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima untuk usaha produksi minuman herbal miliknya.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat bermanfaat bagi kelompok kami untuk mengembangkan usaha produksi minuman herbal. Semoga usaha kami semakin maju dan dapat meningkatkan kesejahteraan anggota,” ujarnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















