KUDUS, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus merampungkan perbaikan di dua ruas jalan yakni di ruas Jalan Pasar Besito menuju Dukuh Karangsambung dan Jalan Desa Besito menuju Desa Gebog, Kecamatan Gebog.
Sebelumnya, kerusakan di dua ruas jalan tersebut sering dikeluhkan masyarakat. Apalagi, jalan tersebut merupakan akses menuju kawasan wisata Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog yang berada di area lereng Gunung Muria.
“Kondisi jalan sebelumnya sering dikeluhkan masyarakat karena bergelombang dan berlubang. Kedua ruas jalan ini juga biasanya ramai dilewati masyarakat untuk beraktivitas karena dekat dengan area pasar, pabrik dan jalur menuju kawasan wisata Rahtawu,” kata Koordinator Lapangan Tim Pengawas Dinas PUPR Kabupaten Kudus, Eko Saputro.
Eko memaparkan, anggaran proyek perbaikan jalan Pasar Besito menuju Dukuh Karangsambung yakni senilai Rp900 juta. Sedangkan perbaikan jalan Desa Besito menuju Desa Gebog menelan anggaran sekira Rp1 miliar, sehingga total keseluruhan sekitar Rp1,9 miliar.
Adapun perbaikan yang dilakukan di jalan Pasar Besito menuju Dukuh Karangsambung panjangnya sekitar 1.183 meter dan lebar sekitar 3,5-4,5 meter. Kemudian, untuk perbaikan jalan Desa Besito menuju Desa Gebog panjangnya sekitar 978 meter dan lebar 6 meter.
“Kedua ruas jalan ini diperbaiki dengan lapis AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course) dengan ketebalan 4 sentimeter,” imbuhnya.
Eko menuturkan, proyek perbaikan tersebut selesai diperbaiki lebih awal dari target yang ditetapkan. Dimana, target pekerjaan yang seharusnya selesai di tanggal 25 dan 27 Desember 2025 bisa tercapai pada tanggal 24 Desember 2025.
“Proyek perbaikan ini mulai sekitar tanggal 27 Oktober 2025, dan bisa selesai lebih awal. Ini menjadi upaya kami mendukung kenyaman masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru,” ungkapnya.
Dirinya menyebut, kualitas hasil perbaikan di kedua ruas jalan ini diproyeksikan bisa bertahan hingga lima tahun mendatang.
“Selama kurun waktu umur lima tahun itu, tentunya kami juga tetap perlu melakukan rehabilitasi atau pemeliharaan jalan,” katanya.
Sementara itu, Kontraktor Perbaikan Jalan dari CV Dibi Eartama, Didi Pramudi menyampaikan, tingginya kepadatan arus lalu lintas di pagi hari, khususnya pada jam 07.00 – 11.00 WIB, menjadi kendala proses perbaikan.
“Untuk mengatasi kendala itu, kami melakukan pengalihan arus. Hal ini dilakukan agar kualitas perbaikan jalan tetap terjaga. Saat pengaspalan juga kami tutup total untuk menunggu proses pengerasan selesai,” ujarnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















