KUDUS, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akan menyewakan Taman Krida ke salah satu investor lokal untuk dikelola. Selama ini, kawasan tersebut dinilai tidak dikembangkan dengan maksimal selama bertahun-tahun.
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Agus Susanto mengatakan, kawasan tersebut lebih sering dimanfaatkan sebagai lokasi rekreasi terbatas dan gedung pertemuan, sehingga belum mampu menarik kunjungan wisatawan secara signifikan.
Ia menjelaskan saat ini Pemkab Kudus tengah melakukan penghitungan nilai sewa guna mencapai kesepakatan harga dengan calon investor. Langkah ini dilakukan agar kerja sama pengelolaan aset daerah tetap sesuai dengan aturan dan memberikan manfaat optimal bagi daerah.
“Sudah ada investor asal Kudus yang berminat. Minggu lalu bahkan sudah meninjau langsung lokasi dan melakukan pengukuran area yang akan disewa,” ujar Agus, Senin, 15 Desember 2025.
Menurut Agus, pengelolaan aset daerah oleh pihak ketiga bukan semata-mata untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), tetapi juga untuk mendongkrak tingkat kunjungan wisata masyarakat.
“Sesuai arahan Pak Bupati, pengelolaan Taman Krida diharapkan mampu meminimalkan potensi kebocoran PAD sekaligus menghadirkan destinasi wisata yang lebih menarik.” imbuhnya.
Agus mengungkap rencananya Taman Krida akan dikembangkan menjadi taman hiburan terpadu dengan konsep kebun binatang mini atau mini zoo yang menyasar segmen wisata keluarga dan anak-anak.
“Dengan konsep tersebut, Taman Krida nantinya dapat menjadi wahana edukasi sekaligus rekreasi.” katanya.
Ia menilai, Taman Krida sebenarnya memiliki potensi besar. Dengan luas sekitar 17 ribu meter persegi, kawasan ini didukung pepohonan rindang, berbagai patung binatang, area bermain, serta gedung pertemuan. Namun, tanpa pengelolaan yang optimal, potensi tersebut belum mampu dimaksimalkan.
Senada, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kudus, Djati Solechah mengatakan, pihaknya bersama Disbudpar masih melakukan perhitungan harga sewa yang sesuai.
Sambil menunggu perhitungan harga selesai, pihaknya juga tengah menyusun draft perjanjian kerjasama (MoU) untuk dipelajari oleh investor.
“Dari hasil pengukuran kemarin, kami masih berhitung agar harga sewa sesuai dan saling menguntungkan,” katanya.
Djati berharap, setelah proses penyewaan rampung, pengelolaan Taman Krida Wisata Kudus dapat berjalan lebih maksimal.
“Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan pendapatan daerah, terutama di tengah kebijakan efisiensi dan pemangkasan anggaran pemerintah daerah,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















