KUDUS, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melakukan mitigasi lahan pertanian untuk menghadapi dampak dari potensi kekeringan. Sebab apabila tidak ditangani lebih awal, bencana kekeringan diprediksi dapat menurunkan produktivitas pertanian daerah.
Sekretaris BPBD Kudus, Syarif Hidayah, mengatakan pihaknya tidak hanya fokus pada sosialisasi kepada masyarakat, tetapi juga turun langsung melakukan pemetaan dan mitigasi di wilayah yang rawan kekeringan.
“Dalam penanganan lahan, kami berkolaborasi dengan OPD dan lapisan masyarakat agar langkah yang diambil lebih efektif dan tepat sasaran,” ujarnya, Selasa, 5 Mei 2026.
Ia menuturkan BPBD bersama dinas terkait melakukan identifikasi wilayah terdampak serta menyiapkan langkah penanganan yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan, termasuk tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran lahan saat musim kering.
“Jika terjadi kebakaran, masyarakat diharapkan segera melapor, baik ke damkar maupun ke BPBD agar bisa segera ditangani,” tambahnya.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, Pemkab Kudus optimistis penanganan dampak kekeringan, khususnya pada lahan pertanian dan perkebunan, dapat dilakukan secara maksimal sehingga risiko kerugian dapat ditekan.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















