KUDUS, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten Kudus menyiapkan langkah lanjutan dalam program makan bergizi gratis (MBG) dengan mendorong pelajar memiliki tabungan masa depan melalui program Tabungan Pelajar.
Bupati Sam’ani Intakoris mengatakan, selain memperhatikan pemenuhan gizi anak sekolah, pihaknya ingin agar MBG yang diterima siswa juga berdampak pada kemandirian finansial mereka sejak dini.
“Kami ingin anak-anak yang menerima MBG juga memiliki tabungan untuk masa depan mereka. Uang saku yang mereka miliki bisa disisihkan dan disimpan melalui program Tabungan Pelajar,” ujarnya saat kunjungan kerja di Bali, Sabtu, 1 November 2025.
Ia menambahkan, kebijakan Tabungan Pelajar tersebut akan diatur melalui surat edaran kepada seluruh sekolah di Kabupaten Kudus, mulai jenjang SD, SMP, hingga SLTA sederajat.
Nantinya, kata dia, pihak sekolah bersama guru akan menindaklanjuti program ini agar siswa penerima MBG dapat membuka rekening tabungan pelajar di bank yang telah direkomendasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Banknya bebas, yang penting sudah terafiliasi dan direkomendasikan OJK. Kami ingin menumbuhkan kebiasaan menabung sejak dini agar anak-anak lebih siap menghadapi masa depan, termasuk ketika mereka melanjutkan studi,” jelasnya.
Selain itu, Sam’ani juga menegaskan bahwa program MBG akan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Sebab, bahan makanan seperti telur, ayam, beras, dan sayuran akan dibeli langsung dari warga sekitar atau pemasok lokal melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Dengan begitu, selain anak-anak bergizi, perputaran ekonomi di masyarakat juga meningkat,” katanya.
Sam’ani mengatakan, program MBG beserta program Tabungan Pelajar ini mulai diberlakukan pada 1 November 2025. Pemkab Kudus berharap langkah tersebut tidak hanya meningkatkan gizi dan kesejahteraan pelajar, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan finansial sejak dini.
Selain itu, dalam momentum Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November mendatang, ia juga menegaskan bahwa Pemkab Kudus akan memberikan pendampingan bagi para guru yang mengalami kendala dalam pelaksanaan program di sekolah.
“Pemerintah hadir untuk mendukung para guru dan memastikan program ini berjalan baik, demi masa depan anak-anak Kudus yang lebih cerdas, sehat, dan mandiri,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















