KUDUS, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengadakan program balik rantau gratis setelah sebelumnya sukses menggelar mudik gratis sebelum Lebaran tahun ini.
Dalam program ini, Pemkab Kudus yang awalnya hanya menyediakan dua bus, kini mendapatkan tambahan hingga enam armada bus berkat dukungan dari perusahaan-perusahaan besar di wilayah setempat.
Sebanyak 300 peserta diberangkatkan menuju Jakarta dalam program yang dilepas langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris di halaman Pendopo Kabupaten Kudus, Sabtu, 28 Maret 2026.
Para peserta akan menuju Sekretariat Forum Komunikasi Masyarakat Kudus (FKMK) di kawasan Cipayung, Jakarta Timur.
“Awalnya hanya dua bus, tapi berkat dukungan berbagai pihak, sekarang menjadi enam. Ini bukti nyata sinergi antara pemerintah dan swasta untuk membantu masyarakat,” ujar Sam’ani.
Enam bus tersebut berasal dari kontribusi tiga perusahaan besar, masing-masing dua unit dari PT Djarum, PT Nojorono Tobacco International, dan PT Pura Barutama. Kolaborasi ini dinilai menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan program sosial bagi perantau.
Program balik rantau gratis ini, kata Sam’ani, dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang seringkali kesulitan menentukan waktu kepulangan ke tempat kerja atau studi setelah Lebaran.
Selain itu, lonjakan harga tiket pada masa arus balik Lebaran juga menjadi beban tersendiri bagi warga.
“Kalau berangkat sendiri waktunya berbeda-beda dan biayanya mahal. Dengan program ini, mereka bisa berangkat bersama, lebih aman dan nyaman,” tambah Sam’ani.
Tak hanya itu, bupati juga mengingatkan bahwa Kudus memiliki banyak peluang ekonomi yang bisa dimanfaatkan masyarakat tanpa harus merantau. Ia mendorong warga untuk berani membangun usaha di daerah sendiri.
“Kudus ini potensinya besar. Jadi tidak harus selalu ke luar daerah, peluang usaha di sini juga terbuka lebar,” pesannya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus, Mundir, menyebut program balik rantau gratis ini sangat membantu masyarakat, terutama di tengah kenaikan harga tiket transportasi menuju Jakarta. Selain gratis, peserta juga mendapatkan fasilitas konsumsi selama perjalanan.
Salah satu peserta, Kana Nilna, mengaku sangat terbantu dengan program ini. Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut bahkan sebelumnya juga mengikuti program mudik gratis.
“Alhamdulillah sangat membantu, apalagi harga tiket sekarang mahal. Ini sangat meringankan,” ujarnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















