KUDUS, Beritajateng.id – Pembangunan ulang Stadion Wergu Wetan mulai dilakukan. Sebelum dirobohkan total, sejumlah pekerja tampak mencopot berbagai properti dan mengosongkan area tersebut.
Pekerja lapangan, Abdul Hanif, mengatakan proses awal difokuskan pada pelepasan fasilitas yang masih bisa diamankan, termasuk sistem penyemprotan rumput atau sprinkler.
“Ini mulai kami bongkar satu per satu. Ada 24 titik sprinkler yang harus dilepas,” ujarnya pada Selasa, 14 April 2026.
Menurutnya keterbatasan jumlah tenaga kerja membuat proses pembongkaran dilakukan secara bertahap. Saat ini, hanya dua orang yang ditugaskan di lapangan untuk menangani pembongkaran awal tersebut.
Selain sprinkler, ia menuturkan sejumlah fasilitas seperti ruang ganti pemain, kantor, hingga atribut stadion juga mulai dikosongkan. Aset-aset yang masih bernilai diamankan sebelum masuk tahap pembongkaran total.
“Semua dikosongkan dulu, baru nanti dibongkar total,” tambahnya.
Di sisi lain, proses ini juga berjalan paralel dengan tahapan administrasi. Pemerintah Kabupaten Kudus masih menunggu hasil appraisal atau penilaian nilai aset stadion lama yang dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD).
Setelah hasil appraisal keluar, proses akan dilanjutkan dengan lelang pembongkaran aset melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), termasuk penetapan pemenang lelang.
Kepala Dinas PUPR Kudus, Harry Wibowo, menjelaskan Stadion Wergu Wetan akan dibangun ulang dengan anggaran usulan sekitar Rp225 miliar. Pemerintah daerah diminta memastikan seluruh area telah kosong dan siap dibangun.
“April hingga Mei ini fokus pembongkaran dan appraisal aset. Setelah itu baru masuk tahap berikutnya,” jelasnya.
Diketahui, stadion yang berdiri di atas lahan seluas 5 hektar tersebut rencananya akan memiliki kapasitas sekitar 8.000 penonton dengan konsep kursi tunggal (single seat). Desain baru juga akan menghilangkan lintasan atletik agar lebih fokus pada sepak bola dengan tribun beratap di sisi barat.
Pembangunan ditargetkan mulai Juli hingga Agustus 2026, dengan standar mengacu pada Asian Football Confederation (AFC).
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















