KUDUS, Beritajateng.id – Meningkatnya potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah membuat ancaman banjir dapat terjadi lagi di Kabupaten Kudus. Merespon hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berupaya mempercepat normalisasi sungai sebagai langkah strategis menekan risiko banjir.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Syarif Hidayah, mengatakan upaya ini dilakukan secara kolaboratif bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), BPBD, serta Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Ia menuturkan kerjasama lintas instansi telah berjalan sejak 2023 dan kini semakin diperkuat. Dalam pembagian peran, Dinas PU menangani wilayah utara hingga Sungai Jawa Sabu, sementara kawasan selatan dikerjakan bersama BBWS dengan dukungan teknis utama dari balai tersebut.
“BPBD memfasilitasi koordinasi lapangan agar pekerjaan berjalan efektif,” ujar Syarif, Selasa, 3 Februari 2026.
Di era kepemimpinan Bupati Sam’ani Intakoris, menurutnya intensitas normalisasi ditingkatkan dengan fokus pada Sungai Juwana, JU 1, serta anak-anak sungainya. Pekerjaan meliputi pelebaran, pendalaman, dan pelurusan alur sungai untuk memperbesar kapasitas tampung air sekaligus mempercepat aliran menuju laut.
Secara geografis, Syarif menjelaskan posisi Kudus yang berada di dataran rendah diapit Pegunungan Muria dan wilayah Pati membuat air hujan mudah tertahan, terutama saat berbarengan dengan pasang laut.
Melihat kondisi itu, menurut Syarif penanganan tidak hanya menyasar sungai utama, tetapi juga saluran kecil yang bermuara ke alur besar. Pihaknya berharap normalisasi ini memberi manfaat ganda sebagai cadangan air saat musim kemarau melalui sistem gravitasi maupun pompa.
Untuk menunjang pekerjaan, BPBD dan BBWS memanfaatkan pemantauan drone serta data real time guna mempercepat pengambilan keputusan di lapangan.
Syarif mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan sungai dan tidak mendirikan bangunan liar di bantaran. Ia juga menyoroti bambu di tepi sungai yang kerap hanyut saat banjir dan merusak jembatan.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















