KUDUS, Beritajateng.id – Menghadapi adanya potensi bencana di musim hujan, Bupati Sam’ani Intakoris meminta agar seluruh desa di Kabupaten Kudus membentuk Desa/Kelurahan Tanggap Bencana (Destana).
Hal ini ia katakan saat memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Bagi Kepala Desa dan Lurah se-Kabupaten Kudus di Rumah Makan Ulam Sari, Rabu, 12 November 2025. Kegiatan ini dilakukan untuk menekankan kesiapsiagaan seluruh desa maupun kelurahan dalam menghadapi bencana.
“Hari ini kami adakan rapat koordinasi tentang penanggulangan bencana di tingkat desa. Jadi supaya dari desa bisa mulai siap-siap tentang kemungkinan terjadinya bencana di wilayahnya masing-masing,” katanya.
Sam’ani mengungkap dari 132 desa dan kelurahan di Kabupaten Kudus, 85 diantaranya sudah terbentuk Destana.
“Pembentukan Destana ini supaya desa bisa tanggap bencana. Jadi bisa lebih siap melakukan mitigasi dan evakuasi. Saat ini ada 85 Destana, yang belum sedang dalam tahap persiapan,” ujarnya.
Ia menekankan, meskipun ada wilayah yang tidak rawan terjadi bencana, tetap perlu membentuk Destana. Hal ini sebagai upaya kesiapsiagaan untuk menghadapi bencana.
“Pembentukan Destana ini untuk jaga-jaga karena bencana bisa datang kapan saja. Contohnya jika ada kebakaran, longsor, banjir, pohon tumbang dan sebagainya ini sudah siap siaga,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia meminta seluruh kepala desa maupun lurah untuk bisa melibatkan masyarakat dalam hal penanggulangan bencana. Contohnya seperti bergotong royong menangani masalah sampah.
“Mari kita semua bersama-sama menjaga situasi dan kondisi di wilayahnya masing-masing,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















