KUDUS, Beritajateng.id – Sejumlah harga bahan pokok di swalayan wilayah Kabupaten Kudus mengalami kenaikan. Kenaikan harga ini diduga akibat dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar dalam beberapa pekan lalu. Meski demikian, kenaikan harga yang terjadi dinilai masih dalam batas wajar dan stok kebutuhan pokok dipastikan tetap aman tersedia.
Store Manager ADA Swalayan, Setyawati, mengatakan kenaikan harga beberapa bahan pokok dipicu meningkatnya biaya kemasan, khususnya harga plastik yang digunakan untuk membungkus produk kebutuhan sehari-hari.
“Menurut kami masih terpantau wajar dan semua masih tersedia di kami,” ujarnya, Minggu, 31 Mei 2026.
Ia menjelaskan, sejumlah komoditas memiliki pola harga yang berbeda. Untuk beras, menurutnya, harga telah diatur pemerintah melalui ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET). Sementara komoditas lain seperti telur dan minyak goreng mengalami fluktuasi harga menyesuaikan kondisi pasar.
“Kalau beras kan sudah diatur pemerintah HET-nya, kemudian telur naik turun, begitu juga minyak dan harga lainnya,” katanya.
Setyawati mengakui, kenaikan harga kebutuhan pokok turut memengaruhi daya beli masyarakat. Namun, penurunan tersebut dinilai belum terlalu signifikan. Warga disebut mulai lebih selektif dan efisien dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.
“Masyarakat sekitar menggunakannya juga seefisien mungkin,” ujarnya.
Pihaknya berharap kondisi ekonomi segera membaik dan stabilitas nilai tukar dapat terjaga agar harga kebutuhan pokok tidak terus mengalami kenaikan.
“Ekonomi cepat pulih, cepat stabil, dolar tidak naik terus, sehingga kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dengan baik tanpa ada kenaikan harga,” harapnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















