KUDUS, Beritajateng.id – Jembatan Kesambi di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, akhirnya diresmikan pada Rabu sore, 17 Desember 2025. Sebelumnya, jembatan ini sempat ambrol akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah setempat.
Peresmian Jembatan Kesambi dilakukan secara simbolis oleh Bupati Sam’ani Intakoris dengan memecahkan kendi. Acara tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kudus.
Meski hujan turun selama acara, Bupati Sam’ani menyampaikan rasa syukur atas rampungnya perbaikan jembatan yang menjadi akses vital bagi warga Desa Kesambi dan wilayah sekitarnya.
Ia menegaskan, jembatan tersebut memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
“Alhamdulillah, penanganan Jembatan 1 Kesambi yang kemarin sempat ambrol kini sudah selesai. Ini berkat kerja cepat Dinas PUPR, serta sinergi yang baik antara masyarakat Kesambi, TNI, dan Polri,” ujar Sam’ani saat di lokasi.
Sam’ani menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Kudus sebelumnya menargetkan waktu perbaikan selama 14 hari. Namun, berkat kerja lintas sektor yang solid, proyek tersebut mampu diselesaikan hanya dalam waktu 10 hari.
Ia menilai percepatan itu sebagai wujud respons cepat pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
“Target awal kami 14 hari, ternyata bisa selesai dalam 10 hari. Ini patut diapresiasi karena menyangkut kepentingan banyak warga,” terangnya.
Bupati juga mengingatkan pentingnya langkah antisipatif terhadap potensi kerusakan infrastruktur, khususnya di musim penghujan.
Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus untuk melakukan pengecekan rutin terhadap kondisi jembatan di seluruh wilayah.
“Kalau ada kerusakan segera ditangani. Jangan menunggu sampai ambrol. Jika kondisinya sudah kritis, langsung kita perbaiki,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Sam’ani turut menyinggung kebijakan efisiensi anggaran yang akan diterapkan pada 2026. Ia menyebut konsep “tiga ikatan”, yakni ikat kepala, ikat pinggang, dan ikat sepatu, sebagai simbol kehati-hatian dalam pengelolaan anggaran daerah.
Menurut dia, efisiensi bukan berarti mengurangi pelayanan publik, melainkan memastikan anggaran benar-benar digunakan untuk kebutuhan mendesak dan kepentingan masyarakat luas.
Dengan selesainya perbaikan, kata dia, Jembatan Kesambi kini kembali bisa dilalui kendaraan seperti semula. Ia berharap jembatan tersebut lebih awet, aman, dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kudus.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















