KUDUS, Beritajateng.id – Jumlah siswa SMAN 2 Kudus yang diduga mengalami keracunan akibat makan bergizi gratis (MBG) bertambah. Dinas Kesehatan setempat mencatat siswa yang sempat dirujuk ke sejumlah rumah sakit meningkat menjadi 117 orang.
Ratusan siswa itu terdiri dari 30 laki-laki dan 87 perempuan. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Mustiko Wibowo, mengatakan sebagian besar hanya menjalani rawat jalan dan sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan obat.
“Di RSUD masih ada 29 siswa, dengan tujuh diantaranya dirawat inap. Yang lain mayoritas rawat jalan,” ujarnya sekitar pukul 14.00 WIB, Kamis, 29 Januari 2026.
Ia menuturkan para siswa dirawat di tujuh rumah sakit rujukan, yakni RSUD dr. Loekmono Hadi, RSM Mardirahayu, RS Sarkies–Aisyiyah, RSI, RS Kumala Sari, RS Kartika, serta RS Aisyiyah.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kudus juga membuka posko kesehatan di lingkungan sekolah untuk mengantisipasi munculnya korban tambahan. Dari pihak sekolah tercatat 53 siswa izin sakit.
Untuk memastikan penyebab kejadian, Dinas Kesehatan akan mengambil sampel sisa makanan serta muntahan korban guna diperiksa di laboratorium.
“Dugaan sementara belum bisa disimpulkan, kami masih menunggu hasil pemeriksaan,” tambah Mustiko.
Puluhan Siswa di Kudus Diduga Keracunan MBG, SPPG Siap Tanggung Jawab
Bupati Kudus Turun Langsung Tangani 97 Siswa Diduga Keracunan MBG
Sementara itu, Dokter jaga IGD RSUD dr. Loekmono Hadi, dr. Muhammad Reza Prakarsa, menyebutkan keluhan siswa cukup beragam, mulai dari diare, mual, muntah, hingga nyeri perut. Sebagian pasien menunjukkan tanda dengan kategori pengawasan ketat.
“Kalau indikatornya berat, akan kita rawat inap untuk observasi lanjutan,” katanya.
Salah satu korban, Clarissa, mengaku mulai merasakan keluhan sejak malam setelah menyantap menu MBG berupa soto ayam dan buah kelengkeng pada Rabu, 28 Januari 2026.
“Mual, muntah, lalu diare,” ujarnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















