KUDUS,, Beritajateng.id – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, turun langsung ke lokasi untuk memimpin penanganan darurat siswa yang diduga mengalami keracunan akibat makan bergizi gratis (MBG), Kamis, 29 Januari 2026.
Ia menyebut, Pemerintah Kabupaten Kudus mengerahkan sekitar 50 unit ambulans untuk membawa siswa SMAN 2 Kudus yang mengalami gejala keracunan ke layanan kesehatan. Selain itu, pihaknya juga mengerahkan TNI, Polri, Dinas Kesehatan, BPBD, hingga seluruh rumah sakit.
“Hari ini kita lakukan gladi cepat penanganan siswa yang diduga keracunan MBG. Untuk sementara ada sekitar 97 siswa yang dirujuk ke rumah sakit, dan kami tetap siaga jika ada tambahan,” ujar Sam’ani di SMA 2 Kudus.
Selain evakuasi, ia meminta Labkesda membuka posko sementara di lingkungan sekolah guna mengantisipasi kemungkinan munculnya korban baru. Pihaknya juga menjamin seluruh biaya perawatan digratiskan melalui cakupan Universal Health Coverage (UHC) yang telah mencapai 99,5 persen.
“Semua ter-back up BPJS, dibantu Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial,” tambahnya.
Menurut Sam’ani, sekitar 70 persen siswa mengalami gejala sedang, sementara sebagian lainnya membutuhkan penanganan khusus.
“Ada yang kulitnya sampai kuning dan merah, itu perlu perawatan intensif,” katanya.
Pemerintah daerah berencana menggelar evaluasi menyeluruh terhadap para pengampu ahli gizi dan penyedia MBG se-Kabupaten Kudus di Kodim, agar kejadian serupa tidak terulang.
Opsi meliburkan sekolah juga dipertimbangkan bila situasi dinilai mengkhawatirkan.
Pemkab membuka posko informasi bagi orang tua, termasuk yang berada di luar kota, serta mengimbau masyarakat tetap tenang sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Diberitakan sebelumnya, dugaan keracunan berasal dari menu MBG yang didistribusikan oleh SPPG Purwosari sehari sebelumnya yakni Rabu, 28 Januari 2026. Menu tersebut berupa soto ayam.
Salah satu siswi SMA 2 Kudus, Faiyyah, mengungkap kondisi di lapangan.
“Ambulans dari berbagai rumah sakit datang, aparat kesehatan juga. Tadi pagi di data siapa saja yang diare. Saya juga makan MBG bahkan dapat dua porsi, Alhamdulillah nggak kenapa-kenapa, tapi teman-teman bilang ayamnya asam,” tuturnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















