KUDUS, Beritajateng.id – Para siswa yang SD-nya telah resmi ditutup oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus kini mulai pindah dan mengikuti pembelajaran di sekolah baru.
Diketahui, ada lima SD yang ditutup tahun ini. Diantaranya SD 2 Gamong (Kecamatan Kaliwungu), SD 4 Kedungdowo (Kecamatan Kaliwungu), SD 1 Wates (Kecamatan Undaan), SD 1 Adiwarno (Kecamatan Mejobo), SD 2 Bulungcangkring (Kecamatan Jekulo).
Kelima sekolah tersebut sebelumnya tidak mendapatkan murid baru pada tahun ajaran 2025/2026. Setelah sekolah ditutup, mayoritas siswa dari kelas 2 sampai kelas 6 pun dipindahkan, salah satunya ke SDN 2 Adiwarno yang lokasinya masih dalam satu kompleks.
Meski lokasi sekolah baru tersebut berdekatan dari SD sebelumnya, para siswa tampak sedih ketika harus meninggalkan sekolah lama mereka. Para orangtua juga ikut hadir untuk mengantarkan anak mereka ke sekolah yang baru.
Guru Kelas 6 SDN 1 Adiwarno, Fachrul Tri Hidayatullah menyampaikan, ada 23 peserta didik yang mulai belajar di sekolah baru pada hari pertama masuk sekolah kali ini. Dirinya pun turut mengantarkan para siswa yang akan mulai belajar di SD 2 Adiwarno.
“Mayoritas pindah ke SD 2 Adiwarno. Tapi ada satu murid yang tidak ikut pemindahan di sini karena rumahnya cukup jauh ke sini, jadinya pindah ke sekolah lainnya,” ujar Fachrul, Senin, 5 Januari 2026.
Pihaknya pun menyambut baik keputusan Disdikpora Kabupaten Kudus terkait penutupan sekolah ini. Ia berharap, pemindahan murid ke sekolah baru ini dapat membuat kegiatan belajar murid lebih efektif dan cepat beradaptasi.
“Mungkin terasa berat bagi anak, kami sudah perpisahan dengan anak yang akan belajar di tempat baru. Alhamdulillah juga sambutan dari SD 2 Adiwarno juga sangat bagus. Semoga kedepan proses pembelajaran bisa lancar,” harapnya.
Di sisi lain, Guru Kelas 6 SDN 2 Adiwarno, Surakhmad menyebut bahwa dengan bertambahnya sebanyak 22 murid pindahan dari SD 1 Adiwarno, maka saat ini total murid di sekolah itu berjumlah 78 anak.
“Kalau di sini jumlah muridnya 56 murid, semoga nanti bisa cepat berbaur,” tambahnya.
Selain menerima pindahan murid, Surakhmad menyebut dua guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dari SDN 1 Adiwarno juga akan pindah ke SDN 2 Adiwarno. Yakni guru agama dan guru yang akan mengajar kelas 4.
Mengenai gedung sekolah, ia mengungkap juga akan dimanfaatkan oleh SDN 2 Adiwarno sebagai ruang aula, ruang kelas dan ruang arsip. Permintaan hibah gedung pun telah dikomunikasikan dengan Korwil Pendidikan Kecamatan Mejobo.
Sementara itu, Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho menyebut lima SD resmi ditutup dengan sejumlah pertimbangan. Salah satunya karena memiliki jumlah siswa yang minim.
“Agar kegiatan pembelajaran lebih efektif, maka digabungkan dengan sekolah lain yang terdekat. Penutupan sekolah juga sudah melalui kajian, jadinya ini adalah keputusan final bersama tokoh masyarakat dan komite sekolah,” tuturnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















