PATI, Beritajateng.id – Ketua DPRD Pati Ali Badrudin mendorong adanya subsidi khusus nelayan. Hal ini menyikapi harga BBM yang kembali mengalami penyesuaian.
Berdasarkan data Pertamina, harga BBM non subsidi jenis Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter pada 10 Juni 2026. Sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Menurutnya kenaikan ini tak hanya berdampak pada pengeluaran harian masyarakat, namun juga berpengaruh terhadap berbagai sektor termasuk perindustrian, perikanan, hingga pertanian.
“Nelayan ini kan taat membayar pajak. Jadi saya mendukung (subsidi khusus). Nanti kita kawal untuk menyampaikan aspirasi ini kepada pemerintah pusat,” ujarnya.
Ia khawatir pengaruh harga BBM yang kembali naik terhadap ketahanan pangan akan terus meluas setelah ribuan kapal nelayan tak mampu melaut karena biaya operasional tinggi.
“Kenaikan harga BBM industri ini sangat memberatkan biaya operasional masyarakat. Sehingga kemudian kemarin ada sekelompok masyarakat (nelayan) melakukan aksi demo karena ini menyangkut keberlangsungan hidup para pelaut,” ungkapnya,
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















