PEKALONGAN, Beritajateng.id – Data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pekalongan menunjukkan harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) terpantau relatif stabil menjelang bulan Ramadan 1447 Hijriah.
Analis Perdagangan Ahli Muda Dinperindag Kabupaten Pekalongan, Heri Purnomo, mengatakan secara umum tidak terdapat lonjakan harga signifikan pada komoditas bahan pokok.
“Harga barang kebutuhan pokok masih normal, hanya cabai rawit merah atau cabai setan yang mulai ada kenaikan, dari kisaran Rp57.000 sampai Rp60.000 per kilogram,” jelas Heri, Senin, 2 Februari 2026.
Berdasarkan data monitoring pada 30 Januari 2026 dan 2 Februari 2026, cabai rawit merah menjadi satu-satunya komoditas yang mengalami kenaikan, yakni dari Rp55.000 menjadi Rp57.500 per kilogram, atau naik sebesar Rp2.500 (4,55 persen).
Sementara komoditas cabai lainnya, seperti cabai merah besar biasa, cabai merah besar kriting, dan cabai rawit hijau, masih bertahan pada harga yang sama.
Adapun komoditas utama lainnya terpantau stabil tanpa perubahan harga. Beras IR-64 premium tetap berada di harga Rp14.500 per kilogram, sementara IR-64 medium Rp13.200 per kilogram.
Sedangkan gula pasir masih dijual Rp17.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp19.500 per kilogram, dan minyak goreng kemasan premium Rp21.000 per liter. Adapun harga tepung terigu eceran merek Segitiga Biru tercatat Rp12.000 per kilogram.
Untuk komoditas protein hewani, daging sapi bertahan di harga Rp135.000 per kilogram, ayam ras Rp40.000 per kilogram, ayam kampung Rp80.000 per kilogram, serta telur ayam ras Rp27.000 per kilogram. Kacang kedelai impor juga stabil di harga Rp9.700 per kilogram.
Sementara bawang merah masih dijual Rp35.000 per kilogram, bawang putih honan Rp33.000 per kilogram, dan bawang putih kating Rp36.000 per kilogram. Harga tahu tetap Rp500 per biji, sedangkan tempe bertahan di harga Rp5.000 per potong.
“Kami memastikan pemantauan harga kebutuhan pokok akan terus dilakukan secara rutin sebagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan menjelang serta selama bulan Ramadan 1447 Hijriah,” jelasnya.
Stabilitas harga tersebut turut dirasakan pedagang pasar. Salah satu pedagang Pasar Kajen, Novi, menyebut kondisi pasar masih berjalan normal tanpa gejolak harga.
“Masih stabil, nggak ada pengaruhnya. Masih adem ayem pasarnya. Semoga nanti selama Ramadan bisa ramai seperti biasanya,” ujar Novi.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















