PEKALONGAN, Beritajateng.id – Pertumbuhan realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Kabupaten Pekalongan mencapai 601,72 persen pada 2025. Capaian ini menjadikan wilayah tersebut menduduki peringkat tertinggi di Jawa Tengah.
Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI, nilai investasi di Kabupaten Pekalongan tercatat sebesar Rp61,4 juta. Jumlah ini meningkat 601,72 persen menjadi Rp431 juta pada 2025.
Capaian tersebut menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah, melampaui sejumlah daerah lain. Kabupaten Temanggung mencatat pertumbuhan 167,68 persen, Kota Salatiga 160,67 persen, Kabupaten Blora 115,36 persen, dan Kabupaten Magelang 101,23 persen.
Atas capaian itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan penghargaan yang diterima oleh Plt Bupati Pekalongan Sukirman dalam ajang Central Jawa Investment Business Forum (CJIBF) dan UMKM Gayeng 2026 di PO Hotel Semarang, Senin, 11 Mei 2026.
Plt. Bupati Pekalongan Sukirman menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Ia menilai pertumbuhan investasi tidak lepas dari kontribusi pelaku usaha, khususnya sektor UMKM yang terus berkembang dan menjadi penggerak ekonomi daerah.
Selain itu, Pemkab Pekalongan juga berkomitmen untuk terus memperkuat iklim investasi yang sehat serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui pengembangan sektor UMKM.
“Alhamdulillah, kami mendapatkan penghargaan ini. Tentu ini menjadi spirit bagi kami untuk terus meningkatkan peran UKM dan UMKM dalam menumbuhkembangkan perekonomian yang ada di Kabupaten Pekalongan,” ujar Sukirman.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















