PEKALONGAN, Beritajateng.id – Materal sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bojonglarang longsor. Longsoran sampah yang didominasi plastik ini jatuh ke Sungai Kalikarang dan sebagian lagi menutup lahan perkebunan warga di Dukuh Empon-empon, Desa Kalijoyo, Kecamatan Kajen.
Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, melalui Kapolsek Kajen, Iptu Teguh Subiyantoro, mengatakan longsor terjadi akibat hujan lebat pada Sabtu malam, 17 Januari 2026. Lokasi lahan warga dan Sungai Kalikarang berada sekitar 100 meter di bawah area TPA.
Pihaknya bersama Forkopimcam serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) melakukan pengecekan langsung ke lokasi terdampak, Kamis, 22 Januari 2026. Tim gabungan menyisir area sungai dan perkebunan yang kini dipenuhi tumpukan sampah dan mengeluarkan bau menyengat.
“Akibat erosi di TPA Bojonglarang, lahan perkebunan warga tertutup sampah plastik sehingga tidak bisa diolah. Aliran Sungai Kalikarang juga ikut tercemar,” ujar Iptu Teguh di sela pengecekan.
Dampak pencemaran tidak hanya dirasakan warga Kalijoyo. Sungai Kalikarang yang membawa material sampah mengalir melewati lima desa, yakni Kalijoyo, Sabarwangi, Pekiringan Alit, Wonorejo, hingga Kutorejo, sebelum bermuara di Sungai Jagung, Kesesi.
Mengutip data Ketua RT setempat, Iptu Teguh menyebut kejadian serupa pernah terjadi pada 2022. Saat itu, bronjong sepanjang 100 meter telah dibangun, namun jebol kembali setelah dua tahun akibat tekanan volume sampah yang mencapai sekitar 120 ton per hari.
“Sekitar 16 petani terdampak langsung. Selain lahan tertutup plastik, air sungai tercemar dan baunya mengganggu aktivitas warga,” katanya.
Ia menuturkan TPA Bojonglarang seluas 4,5 hektar menampung sampah dari berbagai wilayah di Kabupaten Pekalongan. Dengan adanya kejadian itu, pihaknya mendorong solusi konkret dari pemerintah daerah agar persoalan lingkungan ini tidak berlarut-larut.
“Kami berkoordinasi intensif untuk mitigasi segera, baik teknis maupun sosial,” tegas Iptu Teguh.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















