PEKALONGAN, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten Pekalongan masih mengkaji penetapan status tanggap darurat bencana banjir yang hingga kini belum diberlakukan. Diketahui bencana ini telah melanda sejumlah wilayah Pekalongan sejak 17 Januari 2026 dan masih merendam beberapa titik hingga awal Februari.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Pekalongan, Sukirman, saat diwawancarai usai kegiatan penyerahan bantuan kendaraan roda tiga untuk armada pengangkut sampah di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Lingkungan Hidup (Perkim LH), Kamis, 5 Februari 2026.
menjelaskan, penetapan status tanggap darurat perlu melalui kajian matang karena dampak banjir yang terjadi dinilai cukup luas dan berimplikasi pada kebijakan anggaran daerah. Menurutnya, pemerintah daerah saat ini juga tengah melakukan efisiensi anggaran.
“Iya, kita sedang mengkaji itu. Bupati terus melakukan upaya-upaya. Kalau soal tanggap darurat itu kan memang dampaknya sangat luas, lalu kemudian kita juga sedang mencoba efisiensi anggaran, sejauh mana efektivitasnya,” kata Sukirman.
Meski demikian, ia memastikan seluruh warga terdampak banjir yang mengungsi telah mendapatkan pelayanan yang memadai dari pemerintah daerah. Saat ini pihaknya berfokus pada penataan lingkungan pasca banjir agar dampak kejadian serupa dapat diminimalkan.
“Yang penting hari ini semua pengungsi sudah terlayani dengan baik. Kemudian kita tinggal berpikir bagaimana menata lingkungannya ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak menutup kemungkinan untuk mengubah status kebencanaan apabila kondisi di lapangan memang mengharuskan adanya penyesuaian kebijakan.
“Kita lihat nanti. Kalau memang ada sesuatu yang harus kita ubah, statusnya pasti kita ubah,” tegas Fadia.
Ia mengungkap langkah penanganan darurat terus dilakukan. Salah satunya dengan pengadaan pompa air untuk mempercepat surutnya genangan di wilayah terdampak banjir.
“Kemarin sudah saya tandatangani pengadaan pompa yang langsung sedot. Itu sudah beberapa unit langsung kita berikan,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















