PEKALONGAN, Beritajateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan menerima sebanyak 13 ton beras Bantuan Cadangan Beras Pemerinrtah (CBP) yang siap disalurkan ke warga terdampak bencana banjir.
Bantuan tersebut berasal dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan disalurkan melalui Perum Bulog. Secara simbolis bantuan ini diserahkan di Kantor BPBD Kota Pekalongan, Jumat, 30 Januari 2026.
Penyerahan dilakukan oleh Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Tegal, Agung Rochman, kepada Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, didampingi Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Pekalongan Budi Suheryanto serta Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan Lili Sulistyawati.
Wali Kota Aaf mengatakan bahwa pihaknya memperpanjang status tanggap darurat bencana hingga 13 Februari 2026. Perpanjangan ini mendapat dukungan dari Bapanas yang kemudian menyalurkan 13 ton atau 13.196 kilogram beras melalui Bulog.
“Alhamdulillah, yang kita ajukan 13.196 kilogram dan oleh BAPANAS dipenuhi semua. Ini untuk perpanjangan tanggap darurat karena cuaca kita belum baik-baik saja,” ujarnya.
Ia menjelaskan, cuaca ekstrem yang terjadi selama beberapa pekan terakhir masih berpotensi menimbulkan dampak lanjutan, terutama di wilayah pesisir. Kondisi serupa tidak hanya dialami Kota Pekalongan, tetapi juga sejumlah daerah lain, termasuk kawasan Jabodetabek.
Berdasarkan data terkini, jumlah pengungsi banjir di Kota Pekalongan masih sekitar 500 jiwa. Konsentrasi pengungsi terbanyak berada di Kelurahan Panjang Baru (PKK), menyusul jebolnya tanggul Sungai Tirto. Pemkot pun terus memastikan kesiapan logistik, termasuk dukungan terhadap operasional dapur umum.
“Kebutuhan dapur umum sekarang disediakan oleh warga. Kita menyalurkan logistik ke dapur yang didirikan oleh warga. Kalau dari dapur Dinsos-P2KB kita cover dengan pesan di warung karena jumlah pengungsi berangsur turun,” jelas Aaf.
Selain bantuan beras dari Bapanas, Pemkot Pekalongan juga membuka peluang pengajuan bantuan lanjutan melalui Bulog apabila kondisi pengungsian masih berlanjut.
“Sementara kebutuhan logistik non beras dipenuhi melalui dana tidak terduga, bantuan pihak ketiga, serta program tanggung jawab sosial perusahaan,” pungkas Aaf.
Sementara itu, Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Tegal, Agung Rochman, menegaskan pihaknya berkomitmen mendukung penanggulangan bencana di wilayah Pantura.
Sebelumnya, Bulog juga telah menyalurkan bantuan CSR berupa satu ton beras premium untuk masing-masing daerah terdampak, seperti Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Pemalang.
“Berdasarkan pengajuan dari Pemerintah Kota Pekalongan kepada Bapanas, kami mendapat penugasan untuk menyalurkan cadangan beras pemerintah sebanyak 13 ton untuk penanggulangan bencana,” tuturnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















