REMBANG, Beritajateng.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang menargetkan pembentukan 100 Desa Tangguh Bencana (Destana) melalui skema Penilaian Ketangguhan Desa (PKD) pada 2026.
Kepala BPBD Rembang, Sri Jarwati menyebut saat ini sudah terbentuk 32 Desa Tangguh Bencana di wilayah rawan bencana alam yang tersebar di seluruh kecamatan. Menurutnya jumlah tersebut masih jauh dari target dalam RPJMD 2021–2026.
“Destana untuk di Kabupaten Rembang sampai dengan tahun ini itu terbentuk 32 desa. Target kami di 2026 adalah 100 Desa Tangguh Bencana melalui PKD, sesuai RPJMD 2021–2026,” terangnya, Senin, 17 November 2025.
Ia menjelaskan, PKD adalah proses pemetaan kemampuan desa dalam menghadapi bencana. Melalui PKD, desa dievaluasi berdasarkan lima komponen utama, yaitu kualitas dan akses layanan dasar, peraturan serta kebijakan penanggulangan bencana, pencegahan dan mitigasi, kesiapsiagaan darurat, serta kesiapsiagaan pemulihan.
“Dari lima komponen utama itu nanti kami bisa memetakan dan menilai, apakah desa masuk kategori destana pratama, madya, atau utama,” imbuhnya.
Selain membentuk Destana, pihaknya mengedukasi masyarakat terkait penanggulangan bencana, baik secara langsung maupun tidak langsung.
“Sosialisasi sering kami lakukan dalam rangka memberi pemahaman kepada masyarakat terkait penanggulangan bencana dari pra hingga pasca,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa setelah target 2026 tercapai, BPBD juga telah menyiapkan target lanjutan pada 2027.
“Mudah-mudahan target itu nanti bisa tercapai sesuai dengan yang kami rencanakan,” pungkasnya.
Jurnalis: Muhammad Faalih
Editor: Tia















