REMBANG, Beritajateng.id – Para mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) meluruskan isu mengenai kualitas menu makan bergizi gratis (MBG). Perwakilan Mitra SPPG, Ahmad Choirul Furqon, mengungkap selama ini komponen makanan telah memenuhi kategori gizi. Namun, tidak semua masyarakat mengetahui detailnya.
“Di publik ini terjadi misinformasi. Padahal makanan yang disajikan secara komponen sudah masuk kategori bergizi.” ujarnya dalam rakor bersama Bupati Rembang Harno, baru-baru ini.
Sebagai langkah solutif, pihaknya mengusulkan agar setiap dapur SPPG memiliki program kerja edukasi gizi yang digelar rutin setiap tiga bulan sekali. Kegiatan tersebut diharapkan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, terutama Dinas Kesehatan melalui puskesmas.
“Nah dari kami perwakilan mitra memiliki pandangan bahwa dalam waktu tiga bulan sekali kita bisa mengadakan sosialisasi gizi bersama stakeholder, misalnya dengan Dinas Kesehatan yang diwakili Puskesmas. Jadi ada edukasi langsung ke masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, sosialisasi ini penting bukan hanya untuk memberi pemahaman, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap program MBG yang tengah berjalan di berbagai wilayah Rembang.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr. Ali Sofii, menegaskan pihaknya memiliki mandat pengawasan ketat terhadap keamanan pangan dan mutu gizi dalam program tersebut.
“Kalau bicara terkait MBG, Dinas Kesehatan memiliki tugas fungsi untuk pengawasan keamanan pangan dan mutu gizi yang disajikan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan melalui jejaring Puskesmas dengan melibatkan sanitarian serta tenaga gizi di lapangan. Mengingat jumlah SPPG yang cukup banyak, sistem monitoring dilakukan secara berjenjang dan rutin.
“Nanti melalui tugas puskesmas, sanitarian, dan tenaga gizi, kami turunkan untuk mengawasi keamanan pangan, higienis, sanitasi, serta kecukupan nilai gizi dari makanan yang disajikan,” terangnya, Kamis, 5 Maret 2026.
Bupati Rembang Evaluasi Seluruh SPPG, Tekankan Anggaran dan Kualitas MBG
Ia mengatakan pengawasan tidak berhenti pada administrasi semata. Dinas Kesehatan juga telah menginstruksikan monitoring harian, termasuk pengambilan sampel makanan untuk diuji atau dicicipi sebagai langkah preventif.
“Sudah kami instruksikan dan sudah dilaksanakan. Termasuk mengambil contoh makanan. Sehingga kalau ada yang perlu diganti, bisa segera dilakukan demi menjamin keamanan,” tambahnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















