REMBANG, Beritajateng.id – Pemerintah Pusat direncanakan membangun proyek Kampung Nelayan Modern di wilayah Desa Pasar Banggi, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang. Rencana ini disambut baik oleh Bupati Rembang, Harno.
Harno berharap dengan proyek Kampung Nelayan Modern ini masalah bahan bakar minyak (BBM) masih menjadi keluhan utama nelayan dan masyarakat pesisir bisa diselesaikan. Sebab kenaikan harga solar non-subsidi berdampak langsung terhadap aktivitas melaut para nelayan.
“Keluhan masyarakat Rembang dengan adanya Perang Hormuz, maka terjadi BBM solar non subsidi naik. Akibatnya banyak nelayan Kabupaten Rembang keberatan. Tidak mampu membeli,” kata Harno, Kamis, 16 Juli 2026.
Ia mengungkap pihaknya sebelumnya telah mengusulkan BBM bersubsidi khusus nelayan kepada pemerintah pusat. Menurutnya usulan tersebut telah disampaikan ke kementerian terkait, meski hingga kini belum dapat diputuskan karena membutuhkan pembahasan lintas kementerian bersama DPR RI.
“Kami sudah berusaha mendatangi kementerian terkait. Namun belum bisa diputuskan karena harus melibatkan kementerian lain dan DPR RI,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota DPR RI Firman Soebagyo mengatakan Desa Pasar Banggi dipilih sebagai lokasi proyek nasional karena memiliki berbagai keunggulan yang dinilai layak menjadi model pengembangan kampung nelayan di Indonesia.
Menurutnya, kawasan tersebut memiliki letak yang strategis dengan dukungan potensi wisata, kuliner, hingga fasilitas penyimpanan hasil tangkapan berupa cold storage.
“Lokasinya sangat strategis, destinasi wisatanya, kulinernya bisa dikembangkan, cold storagenya juga ada,” ujar Firman.
Firman menyebut konsep Kampung Nelayan Modern juga akan membuka peluang pembangunan berbagai fasilitas penunjang untuk meningkatkan produktivitas nelayan. Salah satunya pembangunan pabrik es mini yang selama ini menjadi kebutuhan penting dalam menjaga kualitas hasil tangkapan ikan.
Selain pabrik es, kawasan tersebut juga berpeluang memiliki stasiun pengisian bahan bakar khusus nelayan agar kebutuhan BBM bagi kapal-kapal nelayan dapat dipenuhi dengan lebih mudah dan efisien.
Keberadaan berbagai fasilitas tersebut dinilai akan memangkas biaya operasional nelayan sekaligus memperkuat rantai pasok sektor perikanan di Kabupaten Rembang.
“Nantinya juga bisa dikembangkan pabrik es mini dan pompa bensin khusus nelayan,” tambahnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















