REMBANG, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang berencana melakukan pembangunan tahap dua pada Pasar Hewan Pamotan tahun ini. Pembangunan ini rencananya akan menyasar sarana dan prasarana pasar yang dinilai belum lengkap.
Kepala Dindagkop UKM Kabupaten Rembang, Mahfudz, mengakui bahwa pembangunan tahap awal Pasar Hewan Pamotan masih memiliki sejumlah keterbatasan. Meski demikian, Pemkab Rembang berkomitmen melakukan penyempurnaan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Pada tahap awal memang masih ada kekurangan. Namun ke depan akan terus kami lengkapi sesuai kebutuhan dan aspirasi pedagang,” ujarnya, baru-baru ini.
Saat ini pihaknya telah melakukan pinjam pakai lahan milik Perhutani untuk akses jalan menuju pasar hewan dengan luasan sekitar 0,01 hektar atau 100 meter persegi. Proses administrasi pinjam pakai tersebut telah rampung dan tinggal tahap penyempurnaan.
Meski demikian, pihaknya menilai masih dibutuhkan penambahan akses jalan, khususnya untuk memisahkan jalur masuk dan keluar pasar. Pemisahan jalur tersebut dinilai penting untuk memperlancar arus kendaraan dan meningkatkan kenyamanan pedagang maupun pengunjung pasar.
Untuk itu, Dindagkop UKM berencana mengajukan permohonan kembali kepada KPH Mantingan tahun ini guna mendapatkan izin tambahan pemanfaatan lahan sebagai akses jalan keluar kendaraan.
“KPH Mantingan sudah memberi lampu hijau untuk pemanfaatan lahan di bagian depan hingga tepi jalan. Sekalian nanti bisa digunakan, karena ke depan juga dibutuhkan untuk area parkir,” jelasnya.
Mahfudz menambahkan, keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan Pasar Hewan Pamotan. Namun Pemkab Rembang telah mengajukan proposal bantuan keuangan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada 2025 dan berharap dapat terealisasi pada 2026 ini.
“Nantinya bantuan tersebut akan digunakan untuk penambahan sarana dan prasarana, seperti los yang masih kurang, area parkir, serta pembangunan jalan keluar kendaraan,” imbuhnya.
Menurut Mahfudz, Pasar Hewan Pamotan memiliki nilai strategis mengingat populasi ternak di Kabupaten Rembang tergolong tinggi. Dengan pengelolaan yang optimal, pasar ini tidak hanya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan pedagang, tetapi juga berpotensi mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Selain perdagangan sapi dan kambing, Pasar Hewan Pamotan ke depan juga direncanakan melayani perdagangan unggas serta kegiatan pendukung lainnya, dengan penataan area khusus sesuai rencana operasional yang akan disusun.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















