REMBANG, Beritajateng.id – SMP Negeri 2 Satu Atap Sluke memeriahkan gelaran Pekan Budaya Tradisional dengan tema Festival Kreatif Seni dan Kuliner Bahari yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang pada 1-2 November 2025 di Pantai Balongan, Desa Balongmulyo, Kecamatan Kragan.
Acara tersebut menampilkan berbagai kreasi seni tradisional, seperti tari, musik tradisional, dan dongeng legenda. Para penampil dalam acara tersebut berasal dari unsur masyarakat umum dan sekolah, terutama sekolah di Kecamatan Kagan dan Sluke. Selain itu acara juga dimeriahkan dengan bazar dari pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Rembang.
Kepala Bidang Kebudayaan, Sulistiyowati, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kesenian tradisional lokal peminatnya mulai berkurang. Sehingga acara ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Rembang dalam melestarikannya.
Ia mengatakan alasan keterlibatan sekolah-sekolah di sekitar Kecamatan Kragan dan Sluke sebagai pengisi acara adalah untuk memberikan ruang dan kesempatan berekspresi menampilkan berbagai bakat yang dimiliki oleh murid.
Dalam kesempatan ini SMP Negeri 2 Satu Atap Sluke menampilkan Tari Andira yang dibawakan oleh Dian Nofitasari, Wasilatul Fitriyah, Pipit Zulfatul Azizah, Alviatul Munawaroh, dan Queen Adella Aprilia Nasir.
Menurut Luluk Kurnia W., S. Pd., guru pembimbing tari mengatakan bahwa penampilan tari Andira dipilih karena mengisahkan tentang perjuangan Nyi Ageng Serang melawan penjajah dengan senjata uniknya yaitu daun lumbu sebagai penyamaran.
Selain itu, Luluk mengungkap SMP N 2 Satu Atap Sluke menampilkan tari Jaranan Sembodo yang dibawakan oleh Dian Aldika, Dalu Anugrah, Yudha Yus Pratama, Wahyu Ahmad Rofael, dan Wahyu Firmansyah Tanjung.
Kepala SMP Negeri 2 Satu Atap Sluke, Darojah, S. Pd., M. Pd., menyambut dengan senang acara tersebut karena menurutnya kegiatan ini bisa meningkatkan kreatifitas dan wawasan anak-anak terhadap budaya tradisional khususnya tari yang ada di Indonesia.
“Semoga kegiatan seperti ini, bisa dilaksanakan secara rutin agar generasi muda mengenal dan melestarikan berbagai macam kesenian tradisional di Indonesia khususnya di Jawa Tengah,” harapnya.
Ia mengungkap murid-murid SMPN 2 Satu Atap Sluke hanya mempersiapkan Tari Andira dan Jaranan Sembodo p dalam waktu satu minggu sebelum acara. Meski begitu, mereka berlatih secara intensif sehingga dapat membawakannya dengan baik.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















