SALATIGA, Beritajateng.id – Kenaikan harga telur ayam ras di sejumlah pasar tradisional Kota Salatiga membuat para pembeli, terutama dari kalangan ibu rumah tangga mengeluh. Pasalnya, harga telur melambung dan kini ditingkat pengecer tembus Rp30.000 per kilogram.
Sedangkan harga di pasar tradisional berkisar antara Rp28.500 hingga Rp29.500 per kilogram. Sebelumnya harga telur ayam ras di pasar tradisional berkisar Rp26.000 hingga Rp27.000 per kilogram.
Salah satu pembeli, Rini (36), warga Kutowinangun, Kecamatan Tingkir mengaku terpaksa mengurangi pembelian telur karena harga yang semakin mahal.
“Dulu beli satu kilo buat seminggu, sekarang paling beli setengah. Telur sekarang jadi mewah, padahal itu lauk andalan keluarga,” tuturnya, Kamis, 30 Oktober 2025.
Hal senada diungkapkan Lilis (40), warga Blotongan, Kecamatan Sidorejo yang biasa membeli telur untuk bekal anak-anak sekolah.
“Telur itu makanan paling gampang. Sekarang naik terus, jadi harus cari alternatif lain. Kadang diganti tahu tempe,” katanya.
Kenaikan harga telur ayam ras di pasaran juga membuat pelaku usaha kuliner di Kota Salatiga kelimpungan. Salah satunya Slamet (50), penjual nasi rames di kawasan Jalan Jenderal Sudirman. Ia mengaku kesulitan menyesuaikan harga jual karena takut kehilangan pelanggan.
“Telur itu bahan utama di menu saya. Kalau harga naik terus, mau dinaikkan harga takut pelanggan kabur, tapi kalau nggak dinaikkan, untung makin tipis,” ujarnya.
Pedagang makanan ringan pun mengalami hal serupa. Nurhayati (45), penjual gorengan di Pasar Blauran, mengaku terpaksa mengurangi penggunaan telur dalam adonan.
“Biasanya satu kilo telur buat dua hari, sekarang saya irit. Kalau tetap sama, nggak nutup modal,” keluhnya.
Sementara itu, pantauan di Pasar Blauran Salatiga menunjukkan sebagian besar pedagang menaikkan harga jual telur sejak sepekan terakhir.
Salah satu pedagang, Siti (42), mengatakan kenaikan ini dipicu oleh naiknya harga dari pemasok.
“Harga dari grosirnya sudah naik. Kami juga bingung, mau jual murah rugi, tapi kalau naikkan harga, pembeli ngeluh,” ujarnya.
Dari informasi yang dihimpun, kenaikan harga telur dipengaruhi oleh tingginya harga pakan ternak serta meningkatnya permintaan menjelang akhir tahun.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















