SALATIGA, Beritajateng.id – Hama tikus menyerang tanaman jagung siap panen milik petani di kawasan pertanian Sitalang, Kelurahan Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo. Akibat serangan ini, para petani mengalami kerugian produksi akibat gagal panen.
Salah seorang petani jagung, Riyadi (58) mengatakan, tanaman jagung miliknya yang sudah siap panen hampir seluruhnya habis dimakan tikus. Menurutnya serangan hama tikus mulai terjadi sejak awal September 2026.
“Mau bagaimana lagi, kalau tikus yang menyerang sulit dihentikan. Hanya bisa pasrah,” keluhnya, Selasa, 29 September 2026.
Ia menerangkan hanya sedikit tanaman yang masih bisa diselamatkan. Namun, jagung tersebut tidak lagi memungkinkan untuk dipanen secara maksimal sehingga tanaman yang tersisa terpaksa dibabat untuk pakan ternak.
Riyadi mengatakan, serangan hama tikus biasanya terjadi pada September. Berdasarkan pengalaman petani, populasi tikus mulai meningkat setelah berkembang biak pada Agustus.
“Bulan Agustus tikus-tikus beranak pinak. Setelah sebulan lebih, anak-anak tikus itu mulai besar dan bersama induknya mencari makan,” ungkapnya.
Ia juga menduga berkurangnya predator alami menjadi salah satu penyebab tikus semakin sulit dikendalikan. Burung hantu, ular, burung gagak dan predator lainnya disebut semakin jarang ditemukan di area pertanian.
“Ekosistem di alam juga sudah tidak seimbang. Predator alami tikus seperti burung hantu, burung gagak, ular dan lainnya populasinya sudah sedikit,” katanya.
Hingga kini, Riyadi mengaku belum mendapat penanganan khusus dari pemerintah terkait serangan hama tikus tersebut. ia menuturkan petani selama ini menganggap hama tikus sebagai persoalan yang sulit diatasi.
“Ya kita siap-siap tanam lagi saja, sambil berharap hama tikusnya tidak lagi menyerang,” ucapnya.
Kondisi serupa dialami Ali (53). Lahan jagung miliknya yang berada tidak jauh dari kebun Riyadi juga mengalami serangan tikus ketika tanaman hampir siap dipanen.
“Lahan jagung saya tidak jauh dari lahan jagung Pak Riyadi. Jadi rata-rata tanaman di kawasan Sitalang ini, baik jagung maupun padi, habis karena hama tikus,” kata Ali.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Utia Lil















