SALATIGA, Beritajateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga hanya mendapatkan satu kuota dalam program nasional transmigrasi tahun ini. Minimnya kuota ini dipengaruhi karena program ini kurang diminati oleh warga setempat.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinnaker) Kota Salatiga, Agung Hindratmiko mengungkapkan, jumlah kuota dan tempat tujuan program transmigrasi tahun ini sama dengan tahun lalu. Yakni satu keluarga lengkap yang terdiri dari suami, istri, dan dua orang anak dengan lokasi Maluku Utara.
“Tahun ini, Salatiga kembali mendapat kuota program transmigrasi satu keluarga. Lokasinya masih sama dengan tahun lalu, yaitu Maluku Utara,” terangnya, Rabu, 7 Januari 2026.
Menurut Agung, kecilnya kuota transmigrasi yang diterima Salatiga tidak lepas dari rendahnya minat masyarakat untuk mengikuti program tersebut. Dari proses pendaftaran yang dibuka, rata-rata hanya dua keluarga yang mendaftarkan diri setiap tahunnya.
“Minat warga Salatiga masih rendah. Karena pendaftar sedikit, otomatis kuota yang diberikan juga kecil,” terangnya.
Meski demikian, Agung menegaskan bahwa program transmigrasi tetap menjadi peluang bagi masyarakat yang ingin memulai kehidupan baru. Utamanya di sektor pertanian dan pengelolaan lahan di daerah tujuan.
“Ini sebenarnya kesempatan bagi keluarga yang siap secara mental dan fisik untuk membangun masa depan di daerah baru, dengan dukungan pemerintah,” katanya.
Agung menjelaskan, rencananya program transmigrasi tahun ini akan diberangkatkan pada bulan Desember nanti. Proses yang cukup lama ini lantaran masih menunggu kesiapan lahan di lokasi tujuan.
Selain itu, ia mengungkap semua biaya mulai dari keberangkatan hingga kebutuhan hidup selama satu tahun pertama ditanggung oleh pemerintah pusat. Pemkot Salatiga juga memberikan dukungan berupa peralatan pertanian untuk menunjang kemandirian ekonomi para peserta transmigrasi.
“Peralatan pertanian yang kami berikan seperti gergaji mesin, cangkul, sabit hingga pupuk. Kami juga mengirimkan pendamping pada saat pemberangkatan,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















