SALATIGA, Beritajateng.id – Panitia Khusus (Pansus) Taman Wisata Religi (TWR) DPRD Kota Salatiga menilai progres proyek pembangunan kawasan wisata tersebut lambat. Penemuan ini terkuak saat Pansus melakukan sidak pada Sabtu, 22 November 2025.
Dalam sidak tersebut, Pansus menemukan progres fisik yang baru mencapai 35,5 persen. Padahal dalam kontrak, proyek pembangunan Taman Wisata Religi itu harus selesai pada 24 Desember 2025.
Ketua Pansus TWR, Yusuf Wibisono menegaskan keterlambatan progres dapat berdampak langsung pada reputasi dan kepatuhan kontraktor terhadap perjanjian kerja. Ia pun memberikan teguran kepada kontraktor penyedia jasa proyek tersebut.
“Target sudah jelas, waktunya semakin mepet. Kami ingin melihat keseriusan penyedia. Kalau progres lambat, harus ada tindakan tegas,” ujarnya di lokasi proyek Jalan Pattimura, Salatiga, Sabtu, 22 November 2025.
Sementara itu, perwakilan dari DPUPR Kota Salatiga, Nur Diyanto, mengakui masih ada persoalan tenaga kerja dan ritme pekerjaan di lapangan. Ia menyebutkan bahwa idealnya diperlukan 60 pekerja, namun di lapangan baru tersedia sekitar 40-an orang.
“Kami minta percepatan. Tenaga harus ditambah. Setiap hari penyedia harus melaporkan progres secara rinci,” jelasnya.
Ia menegaskan, DPUPR memastikan pengawasan diperketat melalui laporan harian, termasuk jumlah tenaga, volume kerja, dan progres fisik.
Perwakilan CV Mitra Usaha Sejati sebagai penyedia jasa konstruksi proyek tersebut, Joko Wahyono, menyampaikan komitmennya untuk mempercepat pekerjaan.
“Kami akan maksimalkan tenaga dan waktu. Mohon dukungan agar semuanya berjalan efektif,” kata Joko.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















