SALATIGA, Beritajateng.id – Sebanyak puluhan hektar lahan sawah di Kota Salatiga mengalami kerusakan akibat serangan hama tikus. Hal ini membuat para petani berpotensi rugi akibat gagal panen.
Salah warga Tingkir Tengah, Kecamatan Tingkir, Nur Aziz, mengungkap panen di lahan seluas 3.000 meter persegi miliknya bahkan hanya bisa menghasilkan satu karung akibat serangan tikus itu. Padahal jika normal ia bisa mendapatkan puluhan karung gabah.
“Panen kemarin cuma dapat satu sak. Biasanya bisa puluhan sak atau ditebas sampai sekitar Rp7 juta,” ujar Nur Aziz, Kamis, 12 Februari 2026.
Ia menuturkan, serangan hama tikus terjadi dalam dua musim panen terakhir. Akibatnya ratusan petani merugi.
“Dari total sekitar 25 hektar lahan terdampak, banyak sawah yang rusak parah hingga gagal panen,” tuturnya.
Serangan tikus, menurut Nur Aziz kali ini terasa paling buruk dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tanaman padi rusak sejak fase awal hingga menjelang panen.
“Batang roboh, bulir habis digigit, dan akar dirusak dari bawah,” jelasnya.
Menurutnya, petani sudah berupaya optimal untuk membasmi tikus. Namun upaya yang dilakukan gagal.
“Saya sudah coba pakai racun juga, tapi tidak banyak yang mati. Tikusnya seperti kebal. Akhirnya sekarang ramai-ramai gropyokan,” katanya.
Sementara itu, Lurah Tingkir Tengah, Titin Eka Novi mengatakan, serangan hama telah menyebabkan penurunan hasil panen hingga sekitar 80 persen. Kerugian total ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
“Sudah dua musim panen gagal. Karena itu kami lakukan penanganan maksimal lewat gropyokan,” ujarnya.
Dalam gropyokan itu, ia mengatakan ratusan tikus berhasil dibasmi. Setiap kelompok rata-rata menangkap sekitar 50 ekor.
Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi pun ikut turun ke sawah memburu kawanan tikus.
“Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah cepat pengendalian hama yang dinilai sudah merugikan petani dalam dua musim tanam terakhir,” kata Kapolres.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















