SALATIGA, Beritajateng.id – Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Mendag RI) Budi Santoso mengajak para pelaku UMKM di wilayah Kota Salatiga untuk menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI).
Pameran dagang terbesar di Indonesia itu akan menghadirkan buyer dari berbagai negara yang dapat membuka peluang pasar baru bagi produk lokal. Kegiatan ini akan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten.
“TEI adalah momentum penting yang tidak boleh dilewatkan,” ujar Mendag Busan, sapaan akrabnya, saat diskusi bersama sekitar 30 pelaku UMKM sektor kuliner, fesyen, hingga kerajinan tangan di Toko Oleh-Oleh dan Wisata Edukasi Argotelo, Salatiga, Kamis, 18 Juni 2026.
Dalam kesempatan itu, Mendag Budi mengajak para pelaku UMKM untuk naik kelas dengan menembus pasar ekspor ke berbagai negara. Pihaknya pun mengaku siap melakukan pendampingan.
“Kemendag memiliki berbagai instrumen pendukung ekspor yang siap dimanfaatkan pelaku UMKM. Para pelaku UMKM juga dapat terhubung ke jaringan perwakilan perdagangan RI di luar negeri untuk mencari pasar dan mengikuti penjajakan bisnis (business matching). Kami berkomitmen mendampingi pelaku usaha agar produk dalam negeri berjaya di pasar global,” katanya.
Ia menjelaskan, Kemendag memiliki sejumlah program yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha. Diantaranya export coaching program untuk membekali UMKM menjadi eksportir, layanan otomasi Surat Keterangan Asal (SKA) yang memberikan kemudahan bea masuk di negara mitra.
Selain itu, ada juga platform inaexport yang menghubungkan eksportir dengan pembeli dari berbagai negara. Ia menuturakn perwakilan perdagangan RI di luar negeri juga siap memfasilitasi pertemuan bisnis secara langsung melalui skema one-on-one business matching.
Untuk menghadapi tantangan perdagangan global, Kemendag juga melakukan diversifikasi pasar dengan memperluas ekspor ke kawasan Asia Tengah, Afrika, dan Asia Selatan. Pemerintah juga mengoptimalkan perjanjian perdagangan internasional melalui Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) guna membuka akses pasar yang lebih besar ke Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.
Pendiri Argotelo, Toni Anandya, menyambut positif langkah Kemendag dalam mendorong UMKM menjadi eksportir. Menurutnya, keikutsertaan Argotelo dalam Trade Expo Indonesia ke-40 pada 2025 berhasil membuka jaringan pembeli dari Australia dan Uni Emirat Arab.
“Kami harap bisa mendapatkan akses untuk mengikuti pameran di luar negeri. Menurut rekan-rekan kami, hasil pameran di luar negeri sangat signifikan,” katanya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















