SALATIGA, Beritajateng.id – Sejumlah warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Salatiga melakukan kerja bakti di area Makam Cungkup dan Masjid Al-Manaar Perhutani. Kerja bakti ini digelar dalam rangka penguatan program pembinaan spiritual dan sosial menyambut Ramadhan, Rabu, 18 Februari 2026.
Kerja bakti difokuskan pada pembersihan area makam, halaman, dan tempat ibadah sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus pembelajaran langsung di tengah masyarakat. Selain itu, selama Ramadhan nanti, Rutan Salatiga juga melaksanakan program pembinaan spiritual.
Kepala Rutan Salatiga, Anton Adi Ristanto, mengatakan kegiatan di luar rutan menjadi bagian penting dari proses pembinaan berkelanjutan, khususnya bagi warga binaan yang telah memenuhi syarat administratif dan perilaku.
“Ini bagian dari pembinaan sosial dan keagamaan menjelang Ramadhan. Warga binaan kami libatkan agar mereka tetap aktif, produktif, dan punya pengalaman berinteraksi positif dengan lingkungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, warga binaan yang mengikuti kegiatan asimilasi harus telah menjalani minimal setengah masa pidana, berkelakuan baik, lolos asesmen, serta memiliki penjamin. Seluruh aktivitas juga tetap berada dalam pengawasan petugas.
Menurutnya, pendekatan pembinaan tidak hanya berfokus pada kedisiplinan, tetapi juga penguatan mental dan spiritual agar warga binaan lebih siap saat kembali ke masyarakat.
Selain kerja bakti sosial, rutan juga menyiapkan rangkaian kegiatan keagamaan selama Ramadhan, mulai dari pengajian rutin, sholat terawih berjamaah, hingga tadarus Al-Quran setiap malam.
“Program pembinaan berbasis sosial dan spiritual tersebut diharapkan mampu membentuk karakter warga binaan agar lebih siap menjalani kehidupan setelah masa pidana berakhir,” ucapnya.
Salah satu warga binaan yang mengikuti kerja bakti tersebut mengaku senang bisa terlibat langsung dalam kegiatan sosial itu. Ia menilai aktivitas di luar rutan memberi pengalaman baru sekaligus menambah motivasi untuk berubah ke arah lebih baik.
“Senang bisa ikut membantu. Suasananya berbeda dan lebih terbuka,” katanya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















