SALATIGA, Beritajateng.id – Warga Salatiga mengeluhkan kabel listrik, telepon, hingga jaringan wifi yang semrawut atau tidak tertata dengan rapi di wilayah kota. Kabel-kabel tersebut dinilai mengganggu kenyamanan dan merusak estetika.
Salah satu warga Restiyanto mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pihak berwenang mengenai kabel tersebut. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut nyata.
“Saya sudah beberapa kali menyampaikan persoalan ini ke pemerintah, tapi belum ada perubahan. Kabel-kabel itu tetap menggantung dan semakin banyak,” ujarnya, Rabu, 8 April 2026.
Menurutnya jika tidak segera ditangani, persoalan kabel semrawut ini dikhawatirkan tidak hanya merusak tampilan kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi masyarakat.
Kondisi ini turut mendapat sorotan dari DPRD Kota Salatiga. Anggota Komisi C, Hartoko Budiono, menilai persoalan kabel semrawut sudah masuk kategori darurat dan harus segera ditangani secara serius oleh pemerintah daerah.
Menurutnya, salah satu solusi konkret yang bisa dilakukan adalah dengan membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) khusus untuk mengelola jaringan kabel, termasuk mendorong penataan sistem kabel bawah tanah.
“Kalau tidak ada yang memimpin dan mengelola secara terintegrasi, masalah ini tidak akan selesai. Ini lintas OPD dan butuh penanganan serius,” tegasnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga sendiri disebut tengah mengkaji penerapan sistem kabel bawah tanah sebagai solusi jangka panjang. Selain mampu mengurangi kesemrawutan kabel di udara, konsep ini juga dinilai dapat memperbaiki wajah kota dan meningkatkan estetika kawasan perkotaan.
Namun realisasi program tersebut tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan perencanaan matang, regulasi yang jelas, serta koordinasi lintas instansi dan pihak swasta agar implementasinya berjalan efektif.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















