PEKALONGAN, Beritajateng.id – Upaya Pemerintah Kabupaten Pekalongan bakal mempromosikan warisan budaya lokal ke kancah internasional. Saat ini Tim Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Pekalongan telah mendokumentasikan dua kesenian tradisional, yaitu Tari Sintren dan Tari Batik Kedungwuni.
Hasil pendokumentasian visual ini akan dirangkai menjadi Dokumen Kabupaten Kreatif yang selanjutnya akan diserahkan kepada Ekraf Pusat dan UNESCO sebagai materi promosi potensi budaya daerah, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.
Ketua ARH Dance Management, Arif Rahman Hakim mengatakan, proses dokumentasi digelar di Aula Lantai 1 Sekretariat Daerah dan Pendopo Kabupaten Pekalongan pada Rabu, 19 November 2025.
Ia menjelaskan bahwa pendokumentasian tersebut menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan publikasi budaya lokal.
“Pendokumentasian ini menjadi langkah nyata untuk mengenalkan karya seni daerah ke tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.
Arif menilai Tari Sintren menjadi salah satu fokus karena perlu disajikan secara adaptif mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai tradisi. Adapun pendokumentasian Tari Batik Kedungwuni menonjolkan kekhasan batik peranakan Kedungwuni yang tersohor lewat karya maestro batik legendaris Oey Soe Tjoen.
Kedua tarian tersebut merupakan karya putra daerah, Arif Rahman Hakim, dengan komposisi musik oleh M. Alfan Riska Al Hamami. Tim ARH Dance Management terlibat penuh dalam proses produksi visual yang akan dirangkai menjadi Dokumen Kabupaten Kreatif.
“Kami berharap, identitas budaya lokal semakin kuat dan bisa terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” tambah Arif Rahman Hakim.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















