KUDUS, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) mengusulkan bantuan anggaran perbaikan sekolah ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kabid Pendidikan Dasar pada Disdikpora Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, mengatakan bantuan itu diperuntukkan bagi sekolah yang terdampak bencana banjir. Saat ini usulan tersebut masih dalam proses.
“Saat Kepala BNPB datang ke Kudus saat itu kan diberikan peluang untuk mengajukan bantuan ke BNPB, tapi harus melengkapi DED (Detailed Engineering Design),” katanya.
Menindaklanjuti hal itu, pihaknya menyiapkan kelengkapan berkas, termasuk berkoordinasi dengan konsultan untuk menyusun DED yang diperlukan untuk pengusulan bantuan perbaikan bagi sekolah terdampak bencana.
“Dari 74 sekolah yang terdampak, nanti kita mintakan konsultan untuk menghitung kerusakan dan menghitung biaya yang dibutuhkan (untuk perbaikan),” sebutnya.
Ia menegaskan proses penyiapan berkas untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat sedang dikebut. Pihaknya meminta agar setiap sekolah tetap waspada, mengingat cuaca ekstrem masih berlangsung di Kabupaten Kudus.
“Kami upayakan bisa secepatnya selesai,” ujarnya.
Kendati demikian, pihaknya tidak menutup kemungkinan perbaikan untuk kerusakan fasilitas pendidikan yang mendesak. Perbaikan itu akan dilakukan melalui anggaran perawatan rutin pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026.
Namun berdasarkan hasil inventarisasi, Disdikpora Kudus belum menemukan sekolah rusak yang perlu penanganan segera. Seperti di SD 1 Pladen yang dilaporkan mengalami atap ambrol, kondisi tersebut dinilai masih belum urgen untuk penanganan segera.
Anggun menyebut, saat ini baru dua sekolah yang masuk anggaran perawatan rutin Pemkab Kudus tahun ini. Diantaranya yakni SD 1 Sidomulyo dan SD 4 Bulungcangkring.
“Yang sudah masuk anggaran perawatan rutin itu SD 1 Sidomulyo dan SD 4 Bulungcangkring, tapi dua sekolah ini tidak masuk data laporan sekolah yang terdampak banjir. Hanya saja dua sekolah ini atapnya sudah lapuk dan butuh penanganan segera,” katanya.
Diketahui, ada sebanyak 74 sekolah di Kabupaten Kudus yang terdampak cuaca ekstrem sejak Jumat, 9 Januari 2026 lalu. Puluhan sekolah itu ikut terdampak bencana mulai dari banjir, longsor hingga angin kencang.
Disdikpora Kabupaten Kudus mencatat, sekolah yang terdampak bencana terdiri dari empat sekolah jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 65 Sekolah Dasar (SD), dan 5 Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















