KUDUS, Beritajateng.id – Kegiatan pasar murah yang digelar Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus akan menyiapkan sebanyak 1.000 paket sembako. Ribuan paket tersebut dijual dengan harga lebih murah.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko mengatakan kegiatan pasar murah itu nantinya hanya menyasar warga kurang mampu. Hal ini untuk membantu pembelian mereka di tengah lonjakan harga pangan jelang Idulfitri.
“Tujuan kegiatan pasar murah ini selain untuk stabilisasi harga sembako jelang Lebaran, juga untuk membantu warga kurang mampu,” katanya.
Ia menjelaskan, skema pembelian paket sembako di acara pasar murah nantinya menggunakan kupon yang telah dibagikan sebelumnya. Kupon tersebut diberikan kepada warga kurang mampu yang memang sudah tercatat dalam database.
“Jadi kupon tersebut akan dibagikan oleh pemerintah desa setempat kepada warganya yang memang benar-benar membutuhkan,” jelasnya.
Untuk waktu pelaksanaannya, kata Eko, saat ini masih dalam tahap pembahasan dan persiapan. Sementara terkait lokasi, dia menyebut bahwa pasar murah rencananya diadakan di wilayah kecamatan yang sempat terdampak banjir.
“Lokasinya masih dalam pembahasan. Tapi yang jelas di wilayah kecamatan yang pernah terdampak bencana banjir seperti di Kecamatan Mejobo, Undaan dan Jati. Nanti diantara tiga kecamatan itu akan dipilih satu lokasi untuk diadakan kegiatan pasar murah,” paparnya.
Eko menambahkan, paket sembako yang akan dijual dalam pasar murah nantinya berisi beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, dan minyak goreng 1 liter. Setiap paket sembako tersebut dijual dengan harga subsidi senilai Rp50.000.
“Harganya lebih murah dibandingkan dengan harga jual di pasaran yang bisa sampai Rp100 ribuan,” ujarnya.
Lebih lanjut, paket sembako yang disiapkan oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus ini menyesuaikan pagu anggaran yang ada yakni sekitar Rp149 juta.
“Dengan adanya pasar murah ini harapannya bisa membantu warga dan membuat harga sembako di pasaran bisa turun karena banyak warga yang sudah memiliki stok kebutuhan pokok,” tandasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















