SALATIGA, Beritajateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga bergerak cepat melakukan sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas harga pangan. Hal ini menyusul naiknya harga beberapa harga komoditas menjelang Lebaran seperti cabai rawit yang mencapai Rp84.100 per kilogram.
“Pemerintah harus memastikan distribusi berjalan lancar, stok aman, dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat,” ujar Wali Kota Robby Hernawan dalam High Level Meeting (HLM) Ekonomi, Keuangan, Industri, dan Perdagangan (Ekuinda) di Ruang Kalitaman, Senin, 16 Maret 2026.
Diantara langkah yang ditempuh yakni memastikan ketersediaan cadangan pangan daerah, menggelar Gerakan Pangan Murah yang sejak Februari hingga awal Maret 2026 yang telah dilaksanakan sebanyak lima kali.
Pihaknya juga memberikan subsidi harga bagi komoditas pangan strategis melalui kios pangan murah. Selain itu, Pemkot Salatiga memberikan subsidi bunga kredit mikro bagi pelaku UMKM guna menjaga daya tahan usaha masyarakat menjelang Lebaran.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga, Agung Pitoyo, mengatakan hasil pemantauan harga di sejumlah pasar tradisional hingga pertengahan Maret 2026 masih relatif stabil. Pemantauan dilakukan di Pasar Raya I, Pasar Blauran, dan Pasar Rejosari.
Dari hasil monitoring tersebut, sebagian besar komoditas masih berada pada harga normal, meskipun cabai rawit merah mengalami kenaikan hingga Rp84.100 per kilogram.
“Mayoritas harga kebutuhan pokok masih stabil. Namun cabai rawit memang mengalami kenaikan sehingga terus kami pantau,” katanya.
Diketahui, meski menghadapi dinamika harga pangan, kondisi ekonomi Kota Salatiga secara umum menunjukkan tren positif. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,98 persen. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 5,37 persen.
Berdasarkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Januari 2026, Kota Salatiga sempat mengalami deflasi sebesar -3,59 persen. Pada awal Februari 2026, IPH kembali meningkat 2,84 persen yang dipicu oleh kenaikan harga sejumlah komoditas strategis seperti cabai rawit, daging ayam ras, dan cabai merah.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















