KUDUS, Beritajateng.id – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus untuk memindahkan pedagang Pasar Bitingan ke Pasar Saerah ditolak. Alih-alih pindah, pedagang meminta pemkab membangun pasar baru untuk mereka.
Permintaan tersebut muncul lantaran Pemkab Kudus berencana mengosongkan Pasar Bitingan. Pasalnya, area lahan di pasar tersebut akan ikut dikembangkan untuk mendukung pembangunan rumah sakit baru.
Diketahui, rumah sakit baru tersebut merupakan pengembangan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus yang bertransformasi menjadi rumah sakit bertaraf internasional. Rumah sakit yang rencananya dibangun tujuh lantai tersebut nantinya akan dilengkapi layanan kesehatan modern, area belanja hingga hotel.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Djati Solechah menyampaikan, pedagang Pasar Bitingan masih belum sepakat untuk pindah. Alasannya, para pedagang tersebut berkenan pindah jika dibangunkan pasar baru.
“Prinsipnya mereka masih menuntut pemerintah daerah untuk membangunkan pasar baru sendiri,” katanya.
Ia mengatakan, para pedagang keberatan pindah ke Pasar Saerah karena harga sewa yang dinilai terlalu mahal. Oleh karena itu mereka meminta dibangunkan pasar baru yang lokasinya berada tak jauh dari Pasar Bitingan.
“Kami tidak bisa membangunkan pasar baru karena anggaran kita minim. Apalagi mereka juga menawarkannya untuk bangun di lahan pribadi, bukan di lahan yang menjadi aset Pemkab Kudus. Berarti itu nanti banyak biaya lagi yang harus dikeluarkan,” tuturnya.
Dirinya pun mengatakan bahwa saat ini Pemkab Kudus masih dalam proses diskusi dengan pihak pedagang Pasar Bitingan maupun Manajemen Pasar Saerah. Sehingga, Pemkab Kudus tetap berupaya agar para pedagang tetap mau pindah ke Pasar Saerah.
“Pemerintah daerah tentu tidak serta merta meminta pindah tanpa solusi. Pak Bupati harapannya para pedagang tetep bisa pindah, tinggal nanti dirembug untuk waktu dan sewa harganya bisa disepakati seperti apa,” paparnya.
Pihaknya menargetkan, seluruh pedagang Pasar Bitingan bisa segera pindah secepatnya dalam waktu dekat. Menurutnya, jika pedagang pindah sekarang, justru menguntungkan karena saat ini mendekati momen tahun baru dan Hari Raya Idulfitri.
“Kalau pindah sekarang kan justru menguntungkan pedagang. Mereka bisa mulai membangun komunitas dengan pembeli karena pembeli pasti akan kesana menjelang lebaran nanti,” ungkapnya.
Bahkan, Pemkab Kudus menggratiskan biaya sewa kios maupun los di Pasar Saerah bagi pedagang Pasar Bitingan selama tiga bulan. Kemudian, Pemkab Kudus juga memfasilitasi pedagang untuk bisa mendiskusikan harga sewa kios maupun los dengan pihak manajemen Pasar Saerah.
“Saat ini harga sewa untuk kios itu Rp 50 ribu dan los Rp 18 ribu itu sudah satu paket all in pemeliharaan, keamanan dan kebersihan. Akan tetapi harga itu belum final, pihak Pasar Saerah sudah mau nego diturunkan berapa harganya nanti disesuaikan,” paparnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















