BLORA, beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora akan melakukan evaluasi terhadap anggaran kebutuhan internet yang nilainya dilaporkan mencapai sekitar Rp2,5 miliar.
Bupati Blora Arief Rohman menuturkan evaluasi itu dilakukan di tengah kondisi efisiensi terhadap anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
“Terus terang belum tau detailnya, akan kita cek anggaran Rp2,5 miliar untuk mana saja. Kalau memang bisa di efisiensi karena anggaran masih berjalan tentunya masukan dari masyarakat kita terima baik,” ujarnya, Sabtu, 11 April 2026.
Sementara itu, Kabid Teknologi Informatika, Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo), Ahmad Hudil Khoiri, mengaku mendapatkan tugas untuk mengevaluasi kebutuhan internet di setiap perangkat daerah termasuk 16 kecamatan.
Ia pun mengakui anggaran internet yang diterima Dinkominfo sekitar Rp500 juta tahun ini. Jumlah itu digunakan untuk berlangganan internet dedicated dan dibagi ke banyak kantor perangkat daerah, dengan setiap kantor mendapat kecepatan internet 300 Mbps.
Hudil merinci, suplai internet dari Dinkominfo mencakup seluruh kantor di wilayah Blora kota, termasuk RSUD dr R Soetijono Blora, dan terjauh berada di Mal Pelayanan Publik (MPP) serta Kecamatan Cepu, Randublatung, dan Ngawen, juga mendapat suplai langsung.
“Kebutuhan perangkat daerah berapa kami memang belum pernah mengevaluasi secara teknis,” katanya.
Menurutnya beberapa kantor perangkat daerah merasa kondisi kecepatan internet dari Diskominfo bandwidth atau sangat lambat. Sehingga mereka melakukan langganan internet sendiri yang dibiayai oleh APBD.
“Mungkin dirasa lemot jadi langganan sendiri. Pada prinsipnya kan penganggaran internet (secara pribadi dari OPD) dibolehkan, namun kembali lagi ke ketersediaan anggaran,” katanya.
Terkait langganan internet dedicated, Hudil mengungkap tidak semua perangkat daerah membutuhkan langganan internet tersebut. Sehingga hanya ada empat kantor yang melakukan langganan internet itu yakni Dinkominfo, Dindukcapil, Disdik, dan BPPKAD.
“Internet dedicated sangat mahal, Kominfo jelas, ada internet dedicated yang khusus melayani data center. semua server dan aplikasi yang ditempatkan di kami (ditampung melalui langganan internet dedicated),” terangnya.
Blora Alokasikan Rp2,5 Miliar untuk Internet, 3 OPD Langganan Capcut dan Canva
Mengenai potensi anggaran ganda langganan internet di Kecamatan Cepu senilai Rp47 juta, namun juga mendapat suplai dari Dinkominfo, pihaknya akan segera meminta klarifikasi. Pasalnya di Kecamatan Kedungtuban hanya membutuhkan Rp8 juta.
“Seperti di (Kecamatan) Blora, kalau langganan paket yang 50 atau 100 Mbps tanpa di share sangat cukup,” terang Hudil, menjelaskan terkait anggaran internet di Kecamatan Blora kota yang mencapai Rp61 juta.
Sementara itu, Camat Cepu, Endah Ekawati, mengungkapkan anggaran internet yang ia anggarkan digunakan untuk mensuplai seluruh kelurahan (bukan desa) yang ada di Kecamatan Cepu.
“Jumlahnya ada 7 titik untuk kelurahan, bukan untuk kecamatan saja,” katanya.
Ia juga menepis bahwa Dinkominfo mensuplai internet untuk kantor kecamatan. Menurutnya, Dinkominfo hanya menyediakan internet publik gratis di beberapa titik yang ada di Kecamatan.
“Sesuai dengan program, nanti sistem bayarnya tinggal LS (tagihan langsung) gitu aja,” katanya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















