Jumat, Oktober 16, 2026
  • Kebijakan Privasi
  • Box Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Lingkar Network
    • Lingkar Jateng
    • Kabar Hari Ini
    • Lingkar.news
beritajateng.id
  • Home
  • Hot News
  • Politik
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • artikel
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
Beritajateng.id
  • Home
  • Hot News
  • Politik
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • artikel
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
Beritajateng.id
No Result
View All Result
Home Blora

Masuk 25 Besar Program BRILiaN, Jambu Mete dan Pisang Desa Candi Blora Siap Naik Kelas

Utia Afidah by Utia Afidah
7 Agustus 2026
in Blora
Masuk 25 Besar Program BRILiaN, Jambu Mete dan Pisang Desa Candi Blora Siap Naik Kelas

Pendampingan program Desa BRILiaN di Desa Candi, Kecamatan Todanan, Blora. (Dok. HMS/Beritajateng.id)

2.1k
VIEWS
WhatsAppShare on FacebookShare on Twitter

BLORA, Beritajateng.id – Desa Candi, Kecamatan Todanan, menyimpan potensi komiditas jambu mete dan pisang sebagai hasil alam yang layak untuk diperdagangkan hingga tingkat nasional. 

Peluang itu muncul setelah Desa Candi berhasil menembus 25 besar nasional Program Desa BRILiaN 2026. Capaian tersebut membawa desa tersebut siap memasuki tahap pendampingan untuk mengembangkan potensi ekonomi desa secara lebih terarah.

Pendampingan dilakukan melalui kolaborasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED). Dari BRI, kegiatan pendampingan dikoordinasikan oleh Oki Rizki Adi Putra sebagai PIC pendamping Desa Candi. 

Sementara dari UNSOED, pendampingan dilakukan oleh Riana Listanti, S.TP., M.Sc. bersama Dr. Arief Kelik Nugroho, M.Cs. Adapun di tingkat desa, raihan itu tidak terlepas dari peran Abu Kholil sebagai PIC Desa Candi yang sejak awal terlibat dalam proses keikutsertaan dan seleksi program tersebut.

Kegiatan pendampingan juga melibatkan berbagai unsur kelembagaan masyarakat desa, antara lain BUMDesa, Koperasi Desa (Kopdes), dan PKK. Keterlibatan itu dinilai penting karena pengembangan potensi desa tidak dapat bertumpu pada satu lembaga, tetapi membutuhkan kerja bersama antarpelaku di tingkat lokal.

PIC pendamping BRI, Oki Rizki Adi Putra, menilai masuknya Desa Candi dalam 25 besar nasional merupakan momentum yang perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas desa dalam mengelola potensi yang dimiliki.

“Program Desa BRILiaN tidak semata-mata melihat besarnya potensi yang dimiliki sebuah desa, tetapi juga bagaimana potensi tersebut dapat dikelola melalui kelembagaan yang kuat, inovasi, digitalisasi, dan kolaborasi. Melalui pendampingan ini, kami berharap Desa Candi dapat semakin mampu mengidentifikasi kekuatannya dan menerjemahkannya menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Oki.

Program Desa BRILiaN sendiri merupakan program pemberdayaan desa yang dikembangkan BRI dengan empat pilar utama, yaitu penguatan BUMDesa dan kelembagaan ekonomi desa, digitalisasi, inovasi, serta keberlanjutan. 

Melalui program tersebut, Oki mengungkap desa didorong tidak hanya mengenali sumber daya yang dimiliki, tetapi juga membangun kemampuan kelembagaan untuk mengelolanya menjadi kekuatan ekonomi.

Hasil pemetaan awal menunjukkan bahwa sektor pertanian memiliki prospek yang menjanjikan, terutama melalui komoditas jambu mete dan pisang. Keduanya dinilai bukan hanya sebagai hasil pertanian yang dijual mentah, tetapi juga berpeluang menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat melalui inovasi produk. 

Pendamping UNSOED, Riana Listanti, S.TP., M.Sc., melihat bahwa tantangan utama bukan semata-mata menemukan komoditas potensial, melainkan bagaimana membangun rantai pengembangan yang membuat potensi tersebut benar-benar memberi nilai tambah di tingkat desa.

“Jambu mete dan pisang merupakan dua potensi yang cukup menarik untuk dikembangkan. Tetapi pengembangan komoditas unggulan tidak cukup hanya dengan melihat ketersediaan bahan baku. Kita perlu melihat kontinuitas produksi, kualitas bahan, teknologi pengolahan, diversifikasi produk, kelembagaan usaha hingga akses pasarnya. Pendampingan diarahkan agar potensi yang ada dapat dipetakan secara lebih utuh dan kemudian dikembangkan sesuai dengan kapasitas serta karakter Desa Candi,” kata Riana.

Menurutnya, pengembangan komoditas lokal idealnya tidak berhenti pada peningkatan produksi primer. Nilai ekonomi yang lebih besar justru dapat tercipta ketika desa mampu membangun keterkaitan antara sektor produksi, pengolahan, kelembagaan usaha, dan pemasaran.

Peluang tersebut membuka kemungkinan agar kegiatan ekonomi tidak berhenti pada produksi di tingkat petani. Dalam jangka lebih panjang, pengembangan komoditas lokal dapat diarahkan untuk membentuk rantai nilai dari hulu hingga hilir, dengan melibatkan kelompok usaha masyarakat, UMKM, koperasi maupun BUMDesa.

Apabila dikembangkan secara konsisten dan berbasis pada kapasitas produksi yang memadai, ia menilai jambu mete dan pisang berpeluang tumbuh menjadi komoditas unggulan Desa Candi, bahkan menjadi embrio berkembangnya sentra industri kecil dan menengah berbasis hasil pertanian di desa.

Di sinilah menurutnya pendampingan menjadi penting. Potensi alam yang besar belum dengan sendirinya menjadi kekuatan ekonomi apabila tidak disertai tata kelola yang baik, kelembagaan yang sehat, inovasi produk, akses pasar, legalitas usaha, serta kemampuan membangun jejaring kemitraan.

Adapun pendampingan mencakup sejumlah aspek yang saling berkaitan, mulai dari penggalian dan pemetaan potensi desa, pendampingan aspek legal dan kemitraan, pengelolaan keuangan dan dana desa, penguatan tata kelola BUMDesa, hingga pendampingan tematik terhadap potensi unggulan desa.

Pendekatan tersebut diperlukan karena pengembangan ekonomi desa membutuhkan ekosistem yang lebih luas. Produk yang baik membutuhkan kelembagaan yang sehat. Kelembagaan yang kuat memerlukan tata kelola dan perencanaan yang baik. Sementara keberlanjutan usaha membutuhkan jejaring pasar, kemitraan, inovasi, serta keterlibatan masyarakat.

Riana mengungkap Program Desa BRILiaN juga memberikan dukungan bantuan keuangan yang dapat menjadi stimulus bagi desa untuk memperkuat program pengembangan yang telah dirancang.

Sementara bagi Abu Kholil, pencapaian masuk 25 besar nasional memberikan semangat sekaligus tanggung jawab baru bagi masyarakat dan kelembagaan desa.

“Sejak awal kami mengikuti Program Desa BRILiaN, harapannya memang bukan sekadar mengikuti kompetisi. Kami ingin Desa Candi semakin mampu mengenali dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Masuk 25 besar nasional tentu menjadi kebanggaan, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kesempatan pendampingan ini dapat kami manfaatkan bersama BUMDesa, Kopdes, PKK, kelompok masyarakat, dan unsur desa lainnya untuk menghasilkan sesuatu yang benar-benar berkelanjutan,” ungkapnya. 

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu modal penting karena berbagai potensi Desa Candi selama ini tumbuh dan berkembang dari aktivitas ekonomi warga sendiri. Pendampingan diharapkan dapat membantu menghubungkan potensi tersebut dengan pengelolaan usaha, kelembagaan, teknologi, dan jaringan yang lebih luas.

Editor: Tia 

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Beritajateng.id
Tags: Berita Blora Hari Iniberita blora terkiniBRILiaNJambu Mete
Utia Afidah

Utia Afidah

Berita Terkait

Dapat Bantuan Revitalisasi Rp1,9 Miliar, SMPN 1 Sambong Perbaiki Fasilitas Sekolah

Dapat Bantuan Revitalisasi Rp1,9 Miliar, SMPN 1 Sambong Perbaiki Fasilitas Sekolah

by Utia Afidah
16 Oktober 2026
0

BLORA, Beritajateng.id - SMPN 1 Sambong di Kecamatan Sambong tercatat mendapatkan bantuan anggaran sebesar Rp1,9 miliar dari pemerintah pusat. Bantuan...

Isu Pabrik Biometana, Bupati Blora Ungkap Terima Kunjungan Investor Jepang

Isu Pabrik Biometana, Bupati Blora Ungkap Terima Kunjungan Investor Jepang

by Utia Afidah
16 Oktober 2026
0

BLORA, Beritajateng.id - Bupati Arief Rohman mengungkap baru-baru ini menerima kunjungan dari calon investor asal Jepang, Toho Gas. Kedatangan investor...

Belanja Makanan Minuman Terdampak Efisiensi, Target Pajak Restoran di Blora Turun

Belanja Makanan Minuman Terdampak Efisiensi, Target Pajak Restoran di Blora Turun

by Utia Afidah
16 Oktober 2026
0

BLORA, Beritajateng.id - Pemerintah Kabupaten Blora menetapkan taget pajak restoran sebesar Rp5 miliar. Jumlah ini mengalami penurunan daripada tahun sebelumnya....

Menu MBG dari SPPG Tutup Blora Positif Kandung Bakteri, Ini Hasil Labnya 

Menu MBG dari SPPG Tutup Blora Positif Kandung Bakteri, Ini Hasil Labnya 

by Utia Afidah
15 Oktober 2026
0

BLORA, Beritajateng.id - Sampel makanan yang diambil dari menu makan bergizi gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tutup, Kecamatan...

BERITA UTAMA

Tanggapi Kabar Bupati Klaten Kena OTT KPK, Gubernur Luthfi: Kami Sudah Sering Ingatkan
Kota Semarang

Tanggapi Kabar Bupati Klaten Kena OTT KPK, Gubernur Luthfi: Kami Sudah Sering Ingatkan

by Utia Afidah
15 Oktober 2026
0

SALATIGA, Beritajateng.id - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menanggapi kabar terkait operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang...

Read moreDetails
RSU Permata Punya Gedung Baru 4 Lantai, Bupati Blora Harap Tingkatkan Kualitas Layanan

RSU Permata Punya Gedung Baru 4 Lantai, Bupati Blora Harap Tingkatkan Kualitas Layanan

15 Oktober 2026
Batang Siapkan Rp1 M untuk Atlet Porprov Jateng, Peraih Emas Bakal Dihadiahi Rp45 Juta

Batang Siapkan Rp1 M untuk Atlet Porprov Jateng, Peraih Emas Bakal Dihadiahi Rp45 Juta

14 Oktober 2026
Bupati Harno Targetkan MRI Bakal Tersedia di RSUD Rembang 2027 Nanti

PPPK Digaji Pusat Tahun Depan, Bupati Rembang Harap Tak Disertai Pemangkasan TKD

13 Oktober 2026
Blora Bakal Wajibkan ASN Eselon II Beli Beras Organik dari Petani

Blora Bakal Wajibkan ASN Eselon II Beli Beras Organik dari Petani

12 Oktober 2026

Post Terpopuler

  • TPP Diduga Mengalir ke Rekening Non-ASN, Bupati Rembang Minta Diusut Tuntas

    3 ASN BKD Rembang Diperiksa Polda Jateng Terkait Dugaan Pelanggaran JPTP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hujan Deras, Jalan Nasional Blora-Cepu Terendam Banjir 30 Cm

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proyek Jembatan Rp1,8 Miliar di Pati Ambrol Sebelum Diresmikan, Ini Penyebabnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pantura Pati-Rembang Direndam Banjir, Arus Lalu Lintas Macet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sempat Surut, Banjir di Kaligawe Semarang Kembali Tinggi Hingga 90 Cm

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Mungkin anda suka

Larangan Sound Horeg di Tayu Pati Picu Gelombang Protes, Ini Respon Camat

Larangan Sound Horeg di Tayu Pati Picu Gelombang Protes, Ini Respon Camat

12 Agustus 2026
Lancarkan Kirab Napak Tilas Ki Ageng Penjawi Kebangkitan Pati, Puluhan Personel Bersiap

Lancarkan Kirab Napak Tilas Ki Ageng Penjawi Kebangkitan Pati, Puluhan Personel Bersiap

23 Juli 2023
Antisipasi Wabah Mpox, Dinkes Pekalongan Gencarkan Sosialisasi ke Masyarakat

Antisipasi Wabah Mpox, Dinkes Pekalongan Gencarkan Sosialisasi ke Masyarakat

14 September 2024
Ratusan Desa di Kabupaten Demak Berpotensi Mengalami Bencana

Ratusan Desa di Kabupaten Demak Berpotensi Mengalami Bencana

14 Desember 2025
Jemaah Haji Kudus Tiba, Satu Bus Sempat Rusak Mesin saat Perjalanan

Jemaah Haji Kudus Tiba, Satu Bus Sempat Rusak Mesin saat Perjalanan

17 Juni 2026
Load More
BeritaJateng.id

Adalah Media Online Yang menayangkan berita terbaru di jawa tengah, berita yang kami tayangkan padat dan terpercaya, meliputi info semarangan, info pantura, info solo raya, info kedu, info pekalongan dan info banyumasan hari ini

  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Box Redaksi
  • Disclaimer
  • Lingkar Network
  • Developer

© 2021 Beritajateng.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • artikel
  • Box Redaksi

© 2021 Beritajateng.id