BOYOLALI, Beritajateng.id – Salah satu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Kabupaten Boyolali, Kreasi Kayukuu, berhasil menembus pasar internasional dengan ekspor produk hiasan dinding ke 24 negara berbeda.
Pendiri Kreasi Kayukuu, Fatta Yasin M, mengungkap awal mula usaha tersebut terjadi setelah ia kehilangan pekerjaan akibat pandemi. Berbekal kemampuan menggambar, ia mulai memproduksi kaligrafi berbahan kayu bersama seorang tetangganya.
“Awalnya kami ingin membuat kaligrafi kayu yang bisa dinikmati lebih banyak orang. Dari situ usaha terus berkembang hingga sekarang,” ujar Fatta, warga Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Sabtu, 13 Juni 2026. .
Fatta mengakui perjalanan bisnis tersebut tidak berjalan mulus. Modal puluhan juta rupiah yang dimiliki sempat habis untuk membeli mesin CNC yang ternyata belum sesuai kebutuhan produksi.
Namun kegagalan itu menjadi titik awal inovasi. Mesin tersebut kemudian dimanfaatkan untuk membuat berbagai produk kerajinan berbahan kertas hingga menghasilkan keuntungan untuk membeli mesin yang lebih modern.
Kini Kreasi Kayukuu memiliki delapan mesin produksi dan menghasilkan hampir 600 jenis produk dekorasi berbahan plywood, kayu pinus, akrilik, hingga kertas. Produk yang paling diminati adalah hiasan dinding untuk rumah, kantor, musala, dekorasi pernikahan, dan berbagai pesanan custom.
Melalui pemasaran digital dan marketplace, produk Kreasi Kayukuu tidak hanya menjangkau seluruh Indonesia, tetapi juga diekspor ke berbagai negara di Eropa dan Timur Tengah. Pertumbuhan usaha tersebut turut membuka lapangan kerja bagi lebih dari 50 tenaga kerja lokal dengan omzet mencapai Rp700 juta hingga Rp800 juta per bulan.
Fatta mengakui dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan usahanya. Berbagai pelatihan ekspor, pemasaran digital, hingga fasilitasi promosi melalui Dekranasda Jawa Tengah dan pameran Inacraft 2026 membantu memperluas jaringan pasar.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Eddy Sulistiyo Bramiyanto, mengatakan Pemprov Jateng terus mendorong UMKM naik kelas melalui pendampingan, sertifikasi, digitalisasi, peningkatan kualitas produk, hingga akses pameran nasional dan internasional.
“Sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, kami terus memperkuat daya saing UMKM agar mampu memperluas pasar dan berinovasi,” ujarnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















